Menteri BUMN Rombak Direksi PLN dan Tambah Jabatan Wakil Dirut
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) resmi merombak susunan direksi dan menambah jabatan Wakil Direktur Utama di Kantor Bp BUMN pada Kamis (18/6/2026) malam.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, pemegang saham menetapkan Yusuf Didi Setiarto sebagai Wakil Direktur Utama yang baru, setelah sebelumnya ia menduduki posisi Direktur Legal dan Manajemen Human Capital. Sementara itu, jabatan Direktur Utama PLN dipastikan tetap diisi oleh Darmawan Prasodjo.
“Wakil Direktur Utama sama beberapa Direksi saja [Direktur Utama tetap Darmawan Prasodjo],” kata Komisaris PLN Bambang Eko Suhariyanto kepada awak media.
Perubahan ini juga menyasar sejumlah posisi direktur wilayah dan operasional, termasuk pergantian pada jabatan Direktur Keuangan serta perubahan nomenklatur organisasi di dalam tubuh jajaran manajemen BUMN kelistrikan tersebut.
“Hasilnya ada pergantian direksi ya. Direksi, Direktur Keuangan diganti, kemudian ada beberapa nomenklatur yang baru. Kemudian ada lagi sekarang Pak Didik yang dulunya itu Direktur Legal, sekarang jadi Wakil Dirut,” tegas Bambang Eko Suhariyanto.
Manajemen mencatat posisi Direktur Keuangan kini diisi oleh Sulistyo Biantoro menggantikan Sinthya Roesly, sedangkan posisi Direktur Legal dan Manajemen Human Capital yang ditinggalkan Yusuf diamanahkan kepada Nurleli Aman.
Selanjutnya, posisi Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis kini ditempati Rakhmad Dewanto, menggantikan Hartanto Wibowo. Jabatan Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem dialihkan dari Edwin Nugraha Putra kepada Daniel Karmel Fernando.
Edwin Nugraha Putra sendiri digeser menjadi Direktur Teknologi, Engineering dan Keberlanjutan untuk menggantikan Evy Haryadi. Untuk posisi Direktur Retail dan Niaga, jabatan beralih dari Adi Priyanto kepada Fahrur Rozy, serta posisi Direktur Manajemen Risiko kini dijabat Denny Triyanto menggantikan Adi Lumakso.
Beberapa direktur lama terpilih untuk mempertahankan posisi mereka, yaitu Suroso Isnandar sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan, Rizal Calvary Marimbo sebagai Direktur Manajemen Pembangkitan, serta Arsyadany Ghana Akmalaputri sebagai Direktur Distribusi.
Berbeda dengan perombakan besar-besaran di jajaran direksi, susunan dewan komisaris perusahaan dipastikan tidak mengalami pergantian sama sekali untuk periode ini.
“Tidak ada pergantian [dewan komisaris],” tegas Bambang Eko Suhariyanto.
Langkah perombakan ini terjadi di tengah penurunan kinerja keuangan PT PLN (Persero) sepanjang Tahun Buku 2025, dengan raihan laba bersih sebesar Rp7,26 triliun atau merosot hingga 65,8 persen dibandingkan perolehan tahun 2024 yang mencapai Rp21,23 triliun.