Buriram United Tantang Selangor FC Pada Leg Kedua Final Shopee Cup
Klub asal Thailand, Buriram United FC, bersiap mengamankan gelar juara ASEAN Club Championship Shopee Cup saat menjamu Selangor FC dari Malaysia dalam laga leg kedua final di Stadion Buriram pada Rabu, 27 Mei 2026 malam.
Tuan rumah memegang keunggulan agregat 1-0 dari kemenangan laga pertama pekan lalu, di mana pemenang turnamen ini berhak membawa pulang hadiah utama sebesar 425.000 dolar AS, sementara tim runner-up meraih 215.000 dolar AS.
Penyerang Buriram United, Supachai Chaided, menyatakan bahwa kompetisi tahun ini jauh lebih menantang karena setiap tim telah memiliki pengalaman lebih untuk menghadapi sang juara bertahan Liga 1 Thailand tersebut.
"This is now the second year of the competition, so every team has more experience and understands how to play against us," kata Supachai Chaided, Penyerang Buriram United FC kepada aseanfootball.org.
Supachai menambahkan bahwa kualitas tim yang terlibat musim ini semakin meningkat, termasuk Johor Darul Ta'zim FC yang menjadi lawan mereka di babak semifinal sebelum akhirnya mereka berhasil melangkah ke partai puncak.
"There are also stronger and higher-quality teams involved, like Johor Darul Ta'zim FC, who we faced in the semi-finals. It was a great challenge and we’re happy we managed to get through it," tutur Supachai Chaided.
Pemain berusia 27 tahun tersebut mengenang awal perjalanannya yang penuh perjuangan dari kampung halamannya di Pattani menuju Bangkok demi mengejar karier profesional sejak usia 12 tahun menggunakan kereta api sendiri selama 14 hours.
"Like many kids, I started playing football with dreams of becoming successful and being able to support my family," ungkap Supachai Chaided.
Supachai menjelaskan bahwa kepindahannya ke ibu kota dipicu oleh keinginan untuk mendapatkan peluang yang lebih baik dan merubah taraf hidup keluarganya setelah mengikuti turnamen sepak bola di Swedia pada usia 10 tahun.
"That’s why I moved to Bangkok to study and pursue a career as a professional footballer. I started at Pathumkongka School before beginning my professional career with Osotspa," jelas Supachai Chaided.
Aktor Thailand pencinta sepak bola, Ray MacDonald, diakui menjadi sosok idola sekaligus pelindung yang merawat dan membantunya ketika awal mula mengadu nasib di Bangkok.
"I was then selected for Thailand’s U-19 national team before eventually moving to Buriram. But the real beginning of my journey was when I went to Sweden to play football at the age of 10. At that time, Ray MacDonald was my idol and he inspired me to love football even more," kata Supachai Chaided.
Supachai meyakini karakter tangguh dan kekuatan mentalnya telah terasah karena berani mengambil keputusan besar untuk meninggalkan rumah sejak usia dini demi sepak bola.
"When I moved to Bangkok, I was around 12 years old. It happened after I returned from that football tournament in Sweden. I took a 14-hour train journey from Pattani to Bangkok on my own," ujar Supachai Chaided.
Keinginannya untuk berkembang membuatnya sadar bahwa menetap di Pattani tidak akan cukup untuk meningkatkan kemampuan sepak bolanya.
"At that time, all I wanted was to play football. I didn’t want to stay in the same place because I believed Bangkok offered more opportunities. I wanted to give my family a better life," ucap Supachai Chaided.
Supachai berterima kasih atas peran pelatih masa kecilnya yang meyakinkan orang tuanya serta memberikan dorongan kepercayaan diri untuk mengejar mimpi ke ibu kota.
"I moved there alone when I was 12. In the beginning, I stayed with Ray MacDonald, who took care of me and helped me with everything," kata Supachai Chaided.
Ambisi besar tersebut membawa dirinya sukses menembus tim nasional Thailand dengan torehan delapan gol dari 46 penampilan, sebuah impian yang ia dambakan sejak lama.
"Of course, it was difficult, but I had already made my decision the moment I left home. I wanted to play football, and I believed I could build a better future for myself and my family," ujar Supachai Chaided.
Tantangan regional berikutnya bagi Supachai adalah ASEAN Hyundai Cup yang akan berlangsung pada Juli dan Agustus, di mana Thailand berada satu grup dengan Malaysia, Filipina, Myanmar, dan Laos.
"It really started from simply enjoying football with my friends at school," kata Supachai Chaided.
Supachai menegaskan pentingnya menjaga rasa lapar akan kemenangan bagi setiap pemain tim nasional agar Thailand tetap menjadi kekuatan nomor satu di Asia Tenggara.
"Once I realised I had some ability, I felt I couldn’t stay in Pattani if I wanted to develop further — I had to move to Bangkok," tutur Supachai Chaided.
Persaingan ketat dengan Vietnam yang terus mengejar ketertinggalan juga menjadi pelecut bagi skuad Thailand untuk selalu menampilkan performa terbaik mereka.
"My coach encouraged me to do that and gave me the opportunity to continue chasing my dream there. It gave me confidence and pushed me to work even harder," jelas Supachai Chaided.
Kehadiran pemain dari berbagai klub dinilai Supachai membawa variasi serta kualitas yang akan membuat tim nasional semakin kompetitif menghadapi siapa pun.
"I believe I showed my character from the moment I left home. I’ve fought through challenges at every stage of my life, and I think I’m mentally strong enough to keep maintaining high standards and stay at the top level," kata Supachai Chaided.
Seluruh elemen tim harus membuktikan kapasitas mereka di lapangan untuk menunjukkan posisi Thailand yang sebenarnya di sepak bola regional.
"Before I was selected for the national team, I always followed and supported the team while dreaming of one day being part of it myself," ucap Supachai Chaided.
Di kubu lawan, kapten Selangor FC, Muhammad Faisal Abdul Halim, menyerukan rekan-rekannya untuk mengusung mentalitas tampil tanpa beban demi membalikkan keadaan di markas Buriram United.
"It’s a huge honour for me, and whenever I get the opportunity, I always try to give 100 percent," kata Supachai Chaided.
Faisal menegaskan bahwa laga final ini merupakan panggung tertinggi bagi para pemain untuk mengerahkan seluruh kemampuan terbaik demi klub dan para pendukung.
"Vietnam keep reminding us that they are catching up to us, so we have to show our very best in every competition," cetus Supachai Chaided.
Pemain sayap tersebut mengingatkan timnya untuk menjaga konsentrasi penuh karena kesalahan sekecil apa pun akan berakibat fatal saat menghadapi tim klinis seperti Buriram United.
"Every player selected for the national team must have the hunger to win," kata Supachai Chaided.
Faisal juga menyampaikan janji kepada para pendukung Selangor FC bahwa skuad Red Giants akan bertarung habis-habisan demi membawa trofi regional tersebut ke Malaysia.
"Having players coming in from many different clubs brings more variety and quality to the team. Everyone who joins the national team must be confident and hungry to win. If every club continues to build that mentality, Thailand will become even stronger and able to compete with anyone," tutur Supachai Chaided.
Pelatih kepala Selangor FC, Kim Pan-gon, membagikan optimisme yang sama dan percaya bahwa anak asuhnya memiliki kematangan taktis untuk membalikkan keadaan.
"We have to clearly show whether we truly are number one or not. Everyone has to give everything first, and then the results will show where we stand," ujar Supachai Chaided.
Mantan pelatih timnas Malaysia itu membeberkan bahwa evaluasi mendalam dari leg pertama telah dilakukan guna merumuskan strategi baru untuk membongkar pertahanan Buriram United.
"For me, we’re already here in the final. We cannot just come here, finish the game, and go back like this. We need to fight until the end for this cup and give a good fight to our opponent," kata Muhammad Faisal Abdul Halim, Kapten Selangor FC kepada Bernama.
Pan-gon menekankan bahwa memburu gol cepat menjadi prioritas utama guna menyamakan agregat sekaligus memberikan tekanan psikologis kepada tim tuan rumah.
"Our performance in the first leg wasn't 100 per cent of what we have. We have talked a lot and corrected some things, and I believe our players are fully confident that we can turn back the results," kata Kim Pan-gon, Pelatih Kepala Selangor FC.
Selangor FC dipastikan tampil tanpa duo penggawa internasional Yordania, Noor Al-Rawabdeh dan Mohammad Abualnadi, yang sudah bergabung dengan tim nasional mereka untuk persiapan kualifikasi Piala Dunia.
Kendati demikian, Pan-gon menegaskan bahwa kekuatan Selangor terletak pada kolektivitas tim dan para pemain pengganti memiliki kualitas mumpuni untuk menjaga performa tim tetap stabil sepanjang pertandingan.