BYD Bantah Pelanggaran Lingkungan dalam Pembangunan Pabrik di Hungaria
Produsen kendaraan listrik asal China, BYD Co., menolak tuduhan terkait pelanggaran peraturan lingkungan di Hungaria selama proses pembangunan pabrik pertamanya di kawasan Uni Eropa pada Jumat (20/6/2026), seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.
Pihak kepolisian Hungaria tengah melakukan penyelidikan terhadap klaim yang menyebutkan bahwa BYD memindahkan tanah beracun dari lokasi konstruksi di kota Szeged selatan menuju area luar.
“Itu adalah klaim palsu, jadi kami sudah memiliki pengacara untuk menanggapi hal itu karena kami tidak melakukan kesalahan apa pun,” kata wakil presiden eksekutif BYD, Stella Li, kepada Bloomberg di sela-sela konferensi internasional di Belgrade pada Jumat malam.
Langkah penyelidikan ini mengindikasikan bahwa pemerintahan baru Perdana Menteri Peter Magyar mulai menanggapi isu lingkungan pada industri kendaraan listrik secara serius, setelah sebelumnya dinilai diabaikan oleh pendahulunya, Viktor Orban. Selain BYD, produsen baterai Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. dan Samsung SDI juga ikut menghadapi pengawasan serupa.
“Kami ingin meningkatkan kapasitas fasilitas ini sesegera mungkin,” kata Li menegaskan fokus perusahaan pada pabrik di Hungaria sembari tetap mencari lokasi fasilitas produksi kedua di Eropa.
Pada awal bulan ini, perakitan mobil di Hungaria dijadwalkan bakal dimulai pada kuartal keempat. BYD kini telah mengantongi daftar pendek untuk lokasi fasilitas kedua, meski perusahaan belum menetapkan skema pengaturan yang pasti.
“Kami terbuka untuk membeli fasilitas yang sudah ada, kami terbuka untuk mencari kemitraan dan kami juga terbuka untuk membangun fasilitas kami sendiri,” menurut Li mengenai opsi ekspansi mereka.
Saat berada di Serbia, Li juga melakukan pertemuan dengan Presiden Aleksandar Vucic. Melalui unggahan di media sosial Instagram, kepala negara tersebut menawarkan negaranya untuk menjadi titik penting dalam peta pengembangan jaringan produksi BYD di Eropa.