5 Cara Menyimpan Daging Kurban agar Awet dan Tidak Membusuk

Share

Momen Idul Adha selalu diiringi dengan pembagian daging kurban dalam jumlah melimpah. Banyak orang langsung memasukkan daging sapi maupun kambing ke dalam kulkas agar tidak cepat membusuk.

Namun, penyimpanan daging kurban tidak boleh dilakukan sembarangan tanpa penanganan yang tepat. Kekeliruan dalam menyimpan justru membuat daging cepat rusak, memicu bau tidak sedap, hingga menjadi sarang bakteri.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, sejumlah pakar kuliner dan pangan mengingatkan bahwa daging kurban memerlukan perlakuan khusus. Penanganan yang benar akan menjaga kualitas, tekstur, serta cita rasa alami daging saat diolah nanti.

Penyimpanan yang keliru, seperti mencampur seluruh bagian daging atau langsung memasukkan daging yang masih panas ke kulkas, harus dihindari. Berikut adalah metode terbaik untuk menjaga kesegaran daging kurban:

1. Bersihkan Daging Secukupnya

Mencuci daging sebelum dimasak bermanfaat untuk menghilangkan sisa darah, debu, atau kotoran dari proses pemotongan. Kendati demikian, proses pencucian ini harus dilakukan secara higienis untuk mencegah kontaminasi silang.

Chef Degan Septoadji dan Chef Stefu Santoso sepakat bahwa daging kurban sebaiknya dicuci sebelum disimpan. Bersihkan daging menggunakan air mengalir dan hindari cipratan air ke peralatan dapur lainnya.

Setelah dicuci, daging harus segera ditiriskan hingga kering sebelum masuk ke wadah penyimpanan. Kelembapan yang terlalu tinggi pada daging dapat mempercepat perkembangbiakan bakteri merugikan.

Mencuci daging terlalu lama juga tidak disarankan karena memperbesar risiko penyebaran kuman di area dapur. Oleh karena itu, proses pembersihan cukup dilakukan seperlunya saja.

2. Manfaatkan Freezer untuk Jangka Panjang

Daging yang diletakkan di suhu ruang terlalu lama akan cepat mengalami penurunan kualitas akibat mikroba. Para ahli pangan menyarankan agar daging segera dipotong sesuai porsi kebutuhan lalu dibekukan.

Suhu pada area kulkas bawah atau non-freezer umumnya berkisar maksimal 4°C, sehingga daging hanya segar selama 2 hingga 3 hari. Sementara itu, freezer dengan suhu stabil di bawah -18°C mampu menjaga daging hingga 1-2 bulan.

Membagi daging ke dalam beberapa wadah kecil sebelum dibekukan juga sangat dianjurkan. Langkah ini mempermudah pengambilan daging saat hendak dimasak tanpa perlu mencairkan seluruh stok yang ada.

3. Gunakan Bumbu Marinasi Alami

Aroma prengus yang pekat sering menjadi kendala utama saat mengolah daging kambing atau sapi kurban. Bahan alami seperti jahe, nanas, atau pepaya muda dapat digunakan sebagai bumbu marinasi untuk mengatasinya.

Jahe efektif menyamarkan aroma amis sekaligus memberikan sentuhan rasa hangat. Sementara itu, kandungan enzim papain dalam pepaya muda berkhasiat memecah serat agar daging menjadi lebih empuk.

Daging dapat dibalur parutan jahe atau dibungkus daun pepaya selama 15 sampai 30 menit sebelum diolah. Durasi marinasi tidak boleh berlebihan agar tekstur daging tidak hancur menjadi terlalu lembek.

Teknik marinasi ini hanya boleh diterapkan pada daging yang akan segera dimasak. Selain melembutkan serat, proses ini membuat bumbu masakan lebih meresap sempurna.

4. Pisahkan Setiap Bagian Daging

Mencampur seluruh bagian daging, jeroan, dan tulang dalam satu kantong merupakan kebiasaan yang kurang tepat. Setiap bagian memiliki karakteristik berbeda yang memengaruhi daya tahannya.

Jeroan termasuk bagian yang paling cepat membusuk dan mengeluarkan aroma menyengat, sehingga wajib dipisahkan dari daging biasa. Daging juga sebaiknya dibagi dalam porsi sekali masak di wadah berbeda.

Pemisahan ini mencegah kerusakan pada potongan daging lain saat proses pencairan. Di samping itu, pengelompokan ini membuat proses memasak menjadi lebih praktis sesuai jenis hidangan.

5. Cairkan Daging Secara Aman

Mencairkan daging beku langsung di suhu ruang dalam waktu lama merupakan kesalahan umum. Metode instan ini berisiko memicu pertumbuhan bakteri pada permukaan daging yang mulai menghangat.

Cara paling aman adalah memindahkan daging dari freezer ke bagian chiller beberapa jam sebelum mulai dimasak. Langkah ini menjaga suhu daging tetap stabil sehingga kualitasnya tidak merosot.

Hindari membekukan kembali daging yang telah mencair seluruhnya karena akan merusak tekstur dan rasanya. Perubahan suhu yang berulang kali membuat daging menjadi sangat rentan rusak.

Hindari Kesalahan Umum Saat Menyimpan

Menaruh daging yang masih panas atau baru dipotong langsung ke dalam kulkas dapat mengganggu stabilitas suhu internal kulkas. Hal tersebut justru memicu pertumbuhan bakteri pada bahan makanan lain di sekitarnya.

Kondisi kantong plastik yang terlalu penuh juga menghambat sirkulasi udara dingin secara merata. Akibatnya, sebagian daging tidak mendapat suhu dingin yang cukup dan menjadi lebih cepat rusak.

Kebiasaan sering membuka dan menutup pintu freezer turut melonggarkan kestabilan suhu di dalamnya. Fluktuasi suhu ini menjadi penyebab utama penurunan kualitas daging kurban sebelum waktunya.

Gunakan selalu wadah yang tertutup rapat agar aroma daging tidak mengontaminasi isi kulkas lainnya. Menyematkan label tanggal penyimpanan pada wadah juga sangat membantu untuk memastikan daging dikonsumsi dalam batas waktu ideal.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author