Kemenkes dan BPOM Bagikan Cara Simpan Daging Kurban agar Aman
Hari Raya Idul Adha menjadi momen istimewa untuk mengolah masakan berbahan dasar daging. Sebagian masyarakat langsung memasaknya, sementara sebagian lain memilih menyimpannya sebagai stok bahan pangan. Agar tetap layak konsumsi, proses penyimpanan daging kurban memerlukan perhatian khusus.
Pengelolaan daging kurban secara tepat tidak hanya mempertahankan kualitas dan kesegarannya. Langkah ini juga efektif meminimalkan risiko perkembangbiakan bakteri yang memicu keracunan makanan, seperti dilansir dari Detik Health.
Masyarakat sering kali membiarkan daging kurban berada di suhu ruang terlalu lama setelah menerimanya. Aktivitas memotong porsi, menunda penyimpanan karena harus membeli bumbu, atau menunggu waktu memasak menjadi penyebab utama penundaan ini.
Padahal, risiko perkembangbiakan bakteri akan semakin tinggi seiring lamanya daging didiamkan tanpa pendingin. Daging kurban idealnya segera ditangani dan tidak dibiarkan berada di suhu ruang lebih dari 2 jam setelah diterima.
Pisahkan Daging dari Jeroan
Proses pemisahan antara daging dan jeroan sangat memengaruhi tingkat kebersihan bahan makanan ini. Pemisahan wadah dilakukan demi mencegah terjadinya kontaminasi silang, bahkan jeroan merah dan jeroan hijau sebaiknya tidak disatukan.
Jeroan hijau berupa usus dan babat memiliki tingkat risiko kontaminasi yang lebih tinggi karena bersentuhan langsung dengan saluran pencernaan. Ketua Kelompok Substansi Pengawasan Keamanan Produk Hewan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH Kementan, drh Ira Firgorita, dalam sebuah webinar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Kamis, 21 Mei 2026 menyarankan jeroan hijau direbus terlebih dahulu sebelum dibagikan.
Keringkan dengan Tisu Dapur
Kebiasaan langsung mencuci seluruh daging kurban yang baru tiba di rumah masih sering dijumpai. Menurut drh Ira, daging yang berada dalam kondisi bersih serta kering sebenarnya tidak perlu dibilas lagi sebelum masuk tempat penyimpanan.
Pencucian dengan air mengalir hanya diperlukan jika daging tampak kotor akibat terkena tanah, rumput, bulu hewan, atau sisa jeroan. Setelah proses pembersihan tersebut, daging wajib ditiriskan hingga kering menggunakan tisu dapur guna menekan tingkat kelembapan yang memicu bakteri.
Jaga Kebersihan Tangan dan Wadah
Tangan manusia menjadi media yang sangat mudah memindahkan bakteri ke peralatan dapur, permukaan kulkas, hingga makanan lain. Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik sebelum dan setelah menyentuh daging mentah.
Gunakan wadah bersih bertutup rapat yang memiliki label food grade agar aman bersentuhan langsung dengan makanan. Wadah tertutup ini juga berfungsi mencegah cairan daging mentah menetes dan mencemari bahan pangan lain di dalam kulkas.
Bagi Porsi dan Atur Suhu Freezer
Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya Direktorat PMPUPO BPOM, Retno Anggrina Khalistha Dewi, S.Si, Apt, M.Biomed, mengingatkan daging kurban sebaiknya langsung dibagi dalam porsi kecil sebelum disimpan di freezer.
"Pastikan ketika kita mau simpan, disimpan dalam porsi sekali masak sesuai kebutuhan. Jangan kita simpannya masih gelondongan, begitu mau masak harus di-thawing dulu atau harus dipotong. Nah ini malah justru akan menimbulkan risiko kontaminasi baru," ujarnya.
Setiap wadah penyimpanan disarankan diberi label tanggal agar bisa menerapkan prinsip First In First Out (FIFO). Untuk konsumsi dalam jangka satu hingga dua hari, daging dapat ditempatkan pada chiller bersuhu 4 derajat Celsius, sedangkan penyimpanan jangka panjang membutuhkan freezer dengan suhu minus 18 derajat Celsius.