Chef Stefu Santoso Bagikan Cara Simpan Daging Kurban Tanpa Kulkas

Share

Pembagian daging kurban yang melimpah saat Idul Adha sering kali membuat stok menumpuk dan tidak langsung habis diolah.

Menyimpan daging kurban dengan tepat sangat penting dilakukan agar kualitasnya tetap terjaga, seperti menaruhnya di dalam chiller atau freezer.

Namun, kondisi darurat seperti tidak memiliki kulkas atau terjadi pemadaman listrik memerlukan solusi penyimpanan alternatif.

Dilansir dari Detik Food, Corporate Executive Chef di Amuz Group, Chef Stefu Santoso, membagikan trik sederhana menggunakan styrofoam untuk mengatasi masalah ini.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membungkus daging secara rapat menggunakan plastik ziplock atau cling wrap.

"Kemudian dagingnya dibungkus, divakum boleh, diplastik ziplock/cling wrap boleh, pokoknya dibungkus supaya tidak ada celah," kata Chef Stefu.

Setelah dibungkus rapat, daging tersebut kemudian dimasukkan ke dalam wadah styrofoam lalu ditimbun menggunakan es batu.

"Lalu tambahkan es batu. "Kubur dagingnya dengan es batu di dalam styrofoam. Karena styrofoam itu satu-satunya alat yang bisa menjaga suhu di dalam tapi dengan kondisi tertutup. Cair, pasti. Tapi itu satu-satunya cara menjaga kualitas daging tanpa kulkas," ujar Chef Stefu.

Meskipun es batu di dalam wadah dipastikan akan mencair, Chef Stefu menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan menjadi masalah bagi kondisi daging.

"60-70% es batu pasti akan cair, tapi kalau daging terbungkus, misal pakai ziplock itu nggak apa-apa. Kita buang anginnya, suhunya tetap terjaga," tutur Chef Stefu.

Metode penyimpanan darurat ini diklaim mampu menjaga ketahanan daging kurban setidaknya selama 1 X 24 jam.

Sebelum disimpan, pastikan daging kurban sudah dicuci bersih di bawah air mengalir demi menjaga higienitasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author