Cara Suami Dampingi Istri Saat Mengalami Duka Akibat Keguguran
Kehilangan kehamilan membawa rasa duka mendalam bagi seorang wanita. Kehadiran pasangan menjadi tumpuan penting dalam melewati masa sulit tersebut.
Dikutip dari HaiBunda, American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menjelaskan bahwa kehilangan kehamilan dapat memicu kesedihan, kecemasan, hingga rasa marah yang kompleks.
Setiap orang memiliki respons emosional yang berbeda dalam memproses kehilangan. Suami perlu memberikan dukungan tanpa harus memaksakan istri untuk segera ceria kembali.
Beri ruang yang cukup bagi istri untuk mengekspresikan perasaannya. Menangis, diam, atau bercerita merupakan bagian alami dari proses pemulihan emosional.
ACOG menegaskan bahwa keguguran umumnya bukan disebabkan oleh kelalaian ibu. Sekitar separuh kasus keguguran awal terjadi karena gangguan perkembangan embrio akibat kelainan kromosom.
Suami sebaiknya menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan kesalahan istri. Hindari memberikan ucapan yang berpotensi menyalahkan seperti menyudutkan tingkat aktivitas atau beban kerja.
Hindari pula membandingkan cara berduka antar pasangan. Berdasarkan studi dalam jurnal Qualitative Health Research, pria dan wanita memiliki mekanisme penanganan duka yang bervariasi.
Banyak pria cenderung menahan emosi demi memperkuat pasangannya. Perbedaan cara mengekspresikan duka tidak berarti salah satu pihak merasa kurang kehilangan.
Sebelum memberikan solusi atau ajakan beraktivitas, tanyakan kebutuhan istri secara langsung. Komunikasi suportif membantu menjaga keharmonisan selama masa pemulihan.
Sebuah penelitian terhadap 298 wanita yang mengalami keguguran menunjukkan bahwa komunikasi yang baik antar pasangan mendukung pemulihan trauma emosional.
Suami dapat mengambil peran dalam mengomunikasikan kabar duka kepada keluarga besar. Langkah ini melindungi kondisi emosional istri dari pertanyaan yang memicu rasa tidak nyaman.
Bentuk dukungan praktis dalam aktivitas sehari-hari juga sangat berarti. Menyiapkan makanan, mengurus rumah, atau sekadar mendampingi saat kontrol medis dapat mempercepat pemulihan fisik dan mental.
Menjaga Keseimbangan Emosional Bersama
Hindari mendesak istri untuk segera merencanakan kehamilan berikutnya. ACOG menyebutkan bahwa kehamilan pascaguguran sering kali memicu rasa cemas yang perlu dikonsultasikan dengan dokter.
Pasangan dibebaskan untuk membuat kenangan perpisahan jika dirasa membantu, seperti menyimpan foto USG atau menulis surat perpisahan.
Suami juga berhak mengekspresikan kesedihannya sendiri. Membuka diri tentang perasaan pribadi justru memperkuat ikatan batin bahwa duka dialami bersama.
Hindari kalimat penghibur yang terkesan mengabaikan rasa sakit, seperti meminta istri untuk segera melupakan kejadian tersebut. Validasi rasa sedihnya dengan kalimat yang menenangkan.
Kapan Harus Berkonsultasi ke Ahli?
Jika duka berlanjut hingga mengganggu aktivitas harian, pasangan disarankan mencari bantuan profesional. ACOG merekomendasikan konsultasi medis jika muncul gejala depresi berat atau kecemasan berlebihan.
Bantuan dari dokter kandungan, psikolog, atau konselor pernikahan dapat membantu pasutri memproses rasa kehilangan secara sehat.