Carlo Ancelotti Rombak Lini Depan Brasil Hadapi Haiti

Share

Pelatih Tim Nasional Brasil Carlo Ancelotti melakukan perombakan besar di lini depan dengan menurunkan Matheus Cunha sejak menit awal untuk menghadapi Haiti dalam laga kedua Grup C Piala Dunia 2026 di Lincoln Financial Field, Philadelphia, pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Langkah rotasi ini diambil setelah Selecao ditahan imbang 1-1 oleh Maroko pada pertandingan pembuka, yang membuat lini serang mereka dinilai kurang tajam oleh tirto.id.

Dilansir dari cnnindonesia.com, Brasil menerapkan formasi 4-2-3-1 dengan menempatkan Alisson di penjaga gawang, serta Danilo, Marquinhos, Gabriel, dan Santos di lini belakang.

Sektor gelandang jangkar diisi oleh Bruno Guimaraes dan Casemiro, sementara Raphinha, Lucas Paqueta, dan Vinicius Junior menopang Matheus Cunha sebagai ujung tombak tunggal.

Di kubu lawan, Haiti menggunakan formasi 4-4-2 dengan mengandalkan Placide sebagai kiper utama, disokong oleh lini pertahanan yang dipimpin Arcus dan lini serang yang diisi oleh Casimir serta Pierrot.

Pertandingan ini menjadi pembuktian bagi lini depan Brasil yang masih tampil tanpa penyerang utama mereka, Neymar, akibat cedera betis tingkat dua yang membutuhkan waktu pemulihan lebih lambat dari perkiraan tim medis.

"Ia [Neymar] akan tetap berada di New Jersey untuk mengoptimalkan fase akhir dari proses pemulihannya, dengan memanfaatkan fasilitas luar biasa di The Ridge Hotel dan Columbia Park Training Center," rilis resmi Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) dikutip dari ESPN.

Ketidakhadiran Neymar membuat sorotan tertuju pada penyerang muda berusia 19 tahun, Endrick, yang kembali harus memulai pertandingan dari bangku cadangan setelah sebelumnya juga tidak diturunkan saat melawan Maroko.

"I'll put Endrick in at the right time. We have to wait a little. He's going to be important in this World Cup," kata Carlo Ancelotti, Pelatih Tim Nasional Brasil, dilansir dari beinsports.com.

Ancelotti menjelaskan bahwa Matheus Cunha dipilih karena memiliki karakteristik permainan yang lebih menghubungkan lini tengah, berbeda dengan Igor Thiago yang bertipikal penyerang murni di dalam kotak penalti.

"Matheus Cunha is more of a link-up player, he has more attacking midfielder quality than a target man, which is what Igor Thiago has. He's a target man in the box, strong in duels, very aggressive in winning the ball back," ujar Carlo Ancelotti, Pelatih Tim Nasional Brasil.

Mantan pelatih Real Madrid tersebut juga menambahkan bahwa Endrick memiliki bakat yang sangat luar biasa dan matang untuk usianya, sehingga Brasil akan memaksimalkan kualitasnya secara perlahan.

"Endrick is neither one nor the other. Endrick is something else. For me, personally, Endrick is an extraordinary talent. Brazil will take advantage of his qualities in this World Cup and also in the next one," tutur Carlo Ancelotti, Pelatih Tim Nasional Brasil.

Ancelotti juga memuji kesabaran dari pihak keluarga yang terus mendampingi pemain bintang masa depan Real Madrid tersebut selama berada di turnamen ini.

"He is patient, not in a hurry, and very mature for his age. That's a very important aspect. His family, who are close to him, is also very patient. That's important for a young person," pungcast Carlo Ancelotti, Pelatih Tim Nasional Brasil.

Pernyataan senada mengenai masa depan Endrick juga disampaikan oleh sang pelatih dalam sesi konferensi pers terpisah yang dilaporkan oleh sports.yahoo.com sebelum pertandingan berlangsung.

"l'll bring Endrick on at the right moment. We'll have to wait a little while. He'll be important in this World Cup.

For me, personally, Endrick is an extraordinary talent. Brazil will make the most of his qualities in this World Cup and in the next one too," kata Carlo Ancelotti, Pelatih Tim Nasional Brasil.

Laga antara Brasil yang menduduki peringkat 6 FIFA melawan Haiti di peringkat 84 FIFA ini menjadi pertemuan dengan selisih peringkat terbesar dalam fase grup Piala Dunia 2026 menurut catatan beinsports.com.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author