Ceko hadapi Afrika Selatan pada Laga Penentu Grup A
Tim nasional Republik Ceko dan Afrika Selatan bakal bertarung habis-habisan demi mempertahankan eksistensi mereka dalam babak penyisihan Grup A Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, pada Kamis, 18 Juni 2026.
Kedua tim saat ini berada dalam posisi krusial tanpa poin setelah sama-sama menelan kekalahan pada pertandingan pembuka turnamen, sehingga laga kedua ini menjadi penentu nasib mereka untuk melaju ke fase berikutnya.
Dilansir dari beinsports.com, Ceko kembali ke panggung Piala Dunia setelah absen selama 20 tahun, namun harus menerima kekalahan 1-2 dari Korea Selatan pada laga perdana di Guadalajara.
Pelatih Ceko, Miroslav Koubek, diprediksi tetap mempertahankan formasi 3-4-3 dengan Matej Kovar di posisi penjaga gawang demi meredam agresivitas lawan.
Lini belakang Ceko kemungkinan besar diisi oleh Stepan Chaloupek, Robin Hranac, dan Ladislav Kreji, sementara lini tengah akan dikomandoi oleh gelandang West Ham United, Tomas Soucek.
Perubahan taktik diperkirakan terjadi di lini depan dengan masuknya Adam Hlozek untuk menggantikan Pavel Sulc guna mendampingi Patrick Schick dan Lukas Provod.
Di kubu lawan, Afrika Selatan juga menderita kekalahan 0-2 dari tuan rumah Meksiko pada laga pertama, yang diwarnai oleh dua kartu merah untuk pemain mereka di babak kedua.
Gaya bermain defensif yang diterapkan oleh pelatih Afrika Selatan, Hugo Broos, sempat memicu gelombang kritik dari publik dan mantan pemain di negaranya.
Menanggapi kritik tajam tersebut, Broos meluapkan kekesalannya dalam konferensi pers menjelang pertandingan melawan Ceko, sebagaimana dilaporkan oleh aljazeera.com.
"I’ve been a coach for 40 years, and I know it’s a part of the job that you will be criticised. So for the moment, I’m criticised, but people have to know… and for those who still don’t know it… I do it my way," ujar Hugo Broos, Pelatih Afrika Selatan.
Broos menegaskan bahwa dirinya enggan memedulikan opini negatif yang berkembang di media sosial dari pihak-pihak yang merasa kompeten menilai kinerja timnya.
"I never listen to the trash of the social media. I never listen to people who feel they are important enough to criticise the team. When I look back at what they achieved before, I think it should be better that they shut up," kata Hugo Broos, Pelatih Afrika Selatan.
Mantan pelatih asal Belgia tersebut menambahkan bahwa evaluasi internal telah dilakukan bersama para pemain demi memperbaiki performa di lapangan.
"I know what went wrong against Mexico. The players know it, and that’s the most important thing, and for the rest, I will do it my way," tutur Hugo Broos, Pelatih Afrika Selatan.
Broos pun menyadari sepenuhnya bahwa pertandingan menghadapi Republik Ceko merupakan laga hidup mati bagi skuad Bafana Bafana.
"I think our situation is clear. If we don’t win tomorrow, we play our last game against South Korea for nothing," kata Hugo Broos, Pelatih Afrika Selatan.
Dirinya juga membela diri terkait sikapnya yang tidak mengkritik para pemain di depan media setelah kekalahan dari Meksiko.
"This is something we must avoid. We know the mistakes we made in the first game, and some people said the coach is too soft on his players, but I don’t like to blame my players in front of a camera. So, sometimes you have to lie a little bit as a coach," ucap Hugo Broos, Pelatih Afrika Selatan.
Untuk laga berikutnya, Broos mengisyaratkan bakal mengubah pendekatan taktik agar timnya bisa bermain lebih dominan.
"We know what went wrong in the game against Mexico, and we will try to improve that tomorrow, but we can only improve that if we have the ball," kata Hugo Broos, Pelatih Afrika Selatan.