Chef Stefu Santoso Ungkap Alasan Daging Kurban Alot Jika Langsung Disate

Share

Mengolah jatah daging kurban menjadi sate sering kali menjadi pilihan praktis bagi banyak orang saat merayakan Idul Adha 2026. Namun, teknik memasak dengan cara langsung dibakar ternyata sangat tidak direkomendasikan oleh ahli kuliner.

Dilansir dari Detik Food, Executive Chef Aprez Catering by Amuz Group, Chef Stefu Santoso, mengungkapkan bahwa daging yang baru saja dipotong memiliki karakteristik tekstur yang sangat kenyal. Hal inilah yang membuat daging kurban kurang cocok untuk langsung dijadikan sate.

"Daging kurban sebenarnya tidak boleh langsung dimasak setelah dibagikan. Karena daging yang baru dipotong atau secara logika dikatakan masih terlalu segar, dia akan mempunyai tingkat kekenyalan yang sangat tinggi," tutur Chef Stefu Santoso dalam wawancara bersama tim detikcom (7/6/2025).

Kondisi serat yang masih tegang pada daging segar akan memicu tekstur yang keras saat bersentuhan langsung dengan panas api pembakaran.

"Jadi kesalahan utamanya adalah daging kurban tidak bisa dipakai untuk langsung teknik bakar," ujarnya.

Sebagai alternatif, teknik wet cooking atau memasak dengan metode basah dan berkuah jauh lebih disarankan untuk mengolah daging segar. Hidangan tradisional seperti gule, tongseng, gulai, maupun semur menjadi opsi terbaik agar tekstur masakan tetap empuk.

"Karena proses wet cooking itu akan membuat daging menjadi lebih lembut. Serat-serat yang ada di dalam daging akan dihancurkan melalui proses masak yang cukup lama," jelas Chef Stefu Santoso.

Melalui metode perebusan dalam durasi yang lama, jalinan serat pada daging sapi maupun kambing akan melunak secara alami sehingga menghasilkan hidangan yang lembut saat dikunyah.

"Kalau daging kurban itu langsung dijadikan sate, sudah pasti alot. Jenis daging ini butuh waktu atau proses yang namanya pelayuan. Kalau pada kambing, jangka waktunya 18 hari sebenarnya baru bisa dikonsumsi," tutur Chef Stefu Santoso.

Proses pelayuan ini berfungsi untuk mengistirahatkan otot daging setelah penyembelihan agar teksturnya melunak. Untuk jenis hewan yang memiliki ukuran tubuh lebih besar seperti sapi, waktu pelayuan yang dibutuhkan bahkan relatif lebih lama dibandingkan dengan kambing.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author