China Dukung Rencana Penerbitan Perdana Panda Bond Indonesia
Rencana pemerintah untuk menerbitkan Panda Bond mendapat respon positif setelah Bank Sentral China memberikan kepastian dukungan bagi perluasan akses pembiayaan nasional pada Jumat, 19 Juni 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Langkah strategis ini ditujukan guna memperkuat fondasi kepercayaan pasar internasional serta memperkokoh ketahanan struktur perekonomian domestik.
Menteri Keuangan Indonesia mendatangi otoritas keuangan Tiongkok untuk melakukan diversifikasi instrumen pembiayaan pembangunan agar tidak bertumpu pada satu pasar modal tunggal.
"Hasilnya cukup baik. Kita bertemu Menteri Keuangan Tiongkok, People's Bank of China dan juga para investor di sini. Dukungan yang diberikan kepada Indonesia sangat kuat," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Komitmen nyata diperlihatkan oleh Kementerian Keuangan China dan pihak bank sentral setempat dalam memfasilitasi administrasi surat utang tersebut.
"Kami meminta dukungan untuk penerbitan Panda Bond dan mereka amat mendukung. Bahkan ketika bertemu PBOC, kami meminta percepatan perizinan. Mereka menyampaikan bahwa begitu dokumen pengajuan resmi masuk, prosesnya akan segera dipercepat," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Kebijakan ini juga dijalankan selaras dengan implementasi kesepakatan penggunaan mata uang lokal yang telah berjalan di antara kedua negara.
"Kita ingin diversifikasi sumber pendanaan pembangunan sehingga tidak dipengaruhi oleh satu sumber mata uang saja. Ini juga sejalan dengan kerja sama transaksi mata uang lokal yang sudah terjalin antara Indonesia dan China," ucap Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Pemerintah Indonesia memastikan kepada para pelaku pasar global bahwa indikator makroekonomi dalam negeri tetap terjaga dengan baik di tengah ketidakpastian situasi ekonomi dunia.
"Diskusi dengan mereka sangat konstruktif dan menunjukkan bahwa kepercayaan China terhadap Indonesia sangat baik. Kedua negara sama-sama memiliki semangat untuk meningkatkan hubungan ekonomi yang lebih erat," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Berbagai regulasi hambatan investasi yang sempat dikeluhkan oleh para pemodal asing kini terus dievaluasi dan diperbaiki secara berkala.
"Fundamental ekonomi Indonesia tidak ada masalah. Beberapa isu yang menjadi perhatian investor sudah direspons dan sedang diperbaiki oleh pemerintah sesuai arahan Presiden untuk menciptakan iklim investasi yang semakin baik," tambah Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.