Ciri-Ciri Bayi Mau Tengkurap dan Tips Melatihnya dengan Aman
Ciri-ciri bayi mau tengkurap perlu diperhatikan sejak awal oleh orang tua agar dapat memberikan stimulasi yang tepat untuk Si Kecil. American Academy of Pediatrics (AAP) menyebutkan bahwa orang tua perlu memberikan waktu tengkurap atau tummy time yang cukup saat bayi dalam kondisi terjaga demi memperkuat berbagai kelompok otot penting. Menurut sumber HaiBunda, terdapat 5 ciri bayi yang mulai menunjukkan tanda siap belajar tengkurap.
- Mulai mampu mengangkat kepala — Pada usia sekitar 1–2 bulan, bayi biasanya mulai bisa mengangkat kepala dalam durasi yang semakin lama untuk membantu menopang tubuh bagian atas dengan kedua tangannya.
- Sering menoleh ke samping — Bayi mulai lebih sering memalingkan kepala ke kanan dan kiri yang menunjukkan bahwa otot leher Si Kecil sudah semakin kuat.
- Berusaha meraih mainan dengan tangan — Bayi mulai mampu menumpukan sebagian berat tubuhnya pada tangan saat tengkurap dan berusaha meraih mainan yang berada di depannya.
- Mampu memutar kepala ke berbagai arah — Otot leher yang semakin kuat menandakan bayi sudah siap belajar tengkurap, salah satunya saat ia mampu memutar kepala ke berbagai arah dan aktif memperhatikan lingkungan sekitar.
- Berlatih mengangkat dada — Ketika otot tubuh bagian atas semakin kuat, bayi biasanya mulai mampu mengangkat dadanya saat tengkurap dan menopangnya dengan bantuan lengan bawah pada usia sekitar 6 bulan.
Selain mengenali ciri-cirinya, orang tua juga bisa melatih posisi tengkurap ini dengan aman melalui 5 langkah berikut.
- Perkenalkan tummy time sejak awal — Pada minggu-minggu awal kehidupannya, Bunda dapat mencoba tummy time selama 1–2 menit terlebih dahulu, lalu menambahkan durasinya menjadi 3–5 menit beberapa kali dalam sehari.
- Manfaatkan cermin — Letakkan cermin ramah anak yang aman dan tidak mudah pecah di depan Si Kecil saat ia belajar tengkurap agar ia lebih tertarik dan bersemangat.
- Pilih area yang aman — Pastikan bayi belajar tengkurap di tempat yang aman dan jangan pernah meninggalkan bayi tanpa pengawasan karena ada risiko terjatuh atau mengalami posisi yang tidak aman.
- Selalu dampingi bayi — Sediakan waktu untuk selalu mendampingi bayi dengan duduk di dekatnya, mengajak menoleh menggunakan mainan kerincingan, atau bernyanyi dan membacakan cerita.
- Gunakan posisi football hold — Sebagai tahap awal belajar tengkurap, gendong bayi seperti memegang bola dengan perut bayi bertumpu di lengan serta tangan yang lain menopang punggung dan leher bayi agar tetap nyaman.
Setiap bayi memiliki waktunya masing-masing dalam mencapai tonggak perkembangan ini. Sebagian bayi awalnya mungkin terlambat atau kurang nyaman tengkurap karena belum terbiasa dengan posisinya atau belum cukup kuat untuk mengangkat tubuhnya sendiri.