Cremonese Hadapi Como demi Amankan Tiket Bertahan di Serie A

Share

Cremonese bersiap menjamu Como dalam pertandingan pekan ke-38 Serie A di Stadion Giovanni Zini pada Minggu, 24 Mei 2026 pukul 20.45 CEST, guna menentukan nasib mereka di kasta tertinggi Liga Italia.

Tim tuan rumah saat ini berada di peringkat ke-18 klasemen dengan 34 poin dan membutuhkan kemenangan serta kegagalan Lecce meraih poin penuh untuk memastikan diri lolos dari degradasi.

Hingga penutupan penjualan tiket di Stadion Zini, sebanyak 3.838 tiket telah terjual, termasuk 192 tiket untuk pendukung tim tamu, sehingga total penonton sementara mencapai 12.046 orang termasuk pemegang tiket musiman.

Cremonese memiliki modal bagus setelah mencatatkan dua kemenangan beruntun melawan Pisa dan Udinese, di mana gol tunggal Jamie Vardy pada menit ke-9 memastikan kemenangan atas Udinese pekan lalu.

Namun, Como juga datang dengan motivasi tinggi untuk mengamankan tiket ke Liga Champions setelah meraih tiga hasil positif beruntun, termasuk kemenangan atas Parma.

Pelatih Cremonese, Marco Giampaolo, menyadari tantangan berat yang dihadapi skuadnya dalam pertandingan penentu musim ini karena harus melawan tim yang terorganisazi dengan baik.

"Domani dobbiamo affrontare l’Everest, perché davanti avremo una squadra forte, organizzata e in grande condizione. Servirà fare tutto bene, anzi benissimo, per provare a vincere" ujar Marco Giampaolo, Pelatih Cremonese.

Giampaolo menambahkan bahwa pertandingan ini akan menjadi laga terbesar bagi karier sebagian besar pemainnya untuk bisa melampaui segala keterbatasan yang ada.

"Per noi sarà come scalare l’Everest, è chiaro che servirà la partita migliore probabilmente anche della carriera di tanti di noi, non solo la migliore della stagione. Sono molto consapevole delle dinamiche, di tutto quel che rappresenterà questa partita, degli intrecci con gli altri campi, soprattutto della forza dell’avversario. Non sarà una gara impossibile, niente è impossibile, ma dovremo fare tante cose tutte insieme e perfette per vincere. Dobbiamo andare oltre tutto" kata Marco Giampaolo, Pelatih Cremonese.

Tekanan besar yang membayangi timnya di papan bawah membuat para pemain terbiasa menghadapi situasi sulit di setiap pertandingan.

"Quando sei lì sotto a rincorrere, ogni partita pesa tantissimo. A un certo punto impari a convivere con la precarietà, con la pressione e con l’obbligo di fare risultato. Abbiamo fatto il possibile, ma non l’impossibile. Vorrei avere altre quattro o cinque gare" tutur Marco Giampaolo, Pelatih Cremonese.

Laga ini dipandang sebagai momen pembuktian terakhir bagi ketahanan mental anak asuhnya dalam merespons masa-masa sulit.

"Se vogliamo essere sintetici, sì. Siamo chiamati ancora una volta a dare prova di noi stessi como è sempre stato sin qui. Le difficoltà ti misurano: è in quei momenti che bisogna vedere come si reagisce" ucap Marco Giampaolo, Pelatih Cremonese.

Di kubu lawan, pelatih Como, Cesc Fàbregas, menekankan bahwa pertandingan ini menjadi momen emosional bagi kedua tim yang sedang memperebutkan target berbeda.

"Sarà una partita emozionante e combattuta. La Cremonese sta lottando per un obiettivo e noi per un altro. È, ancora una volta, la partita della stagione, perché continuiamo a crescere e a lottare per traguardi sempre più grandi. In partite come queste contano emozioni, attenzione agli errori e lucidità." kata Cesc Fàbregas, Pelatih Como.

Fàbregas menceritakan bagaimana surat dari para pendukung memberikan energi positif bagi tim, terutama dalam menginspirasi generasi muda di kota Como.

"Ricevo spesso lettere dai tifosi e proprio oggi in una di queste ho letto ‘Grazie per tutto quello che ci state facendo vivere’. Questa è la cosa bella: far sognare una nuova generazione di bambini che ora va a scuola con la maglia del Como e ha idoli come Paz, Baturina e Douvikas." ujar Cesc Fàbregas, Pelatih Como.

Selain ketajaman lini serang, peningkatan signifikan pada sektor pertahanan menjadi kunci stabilitas permainan Como sepanjang musim ini.

"La gente spesso guarda il Como per la sua proposta offensiva, ma anche la crescita difensiva è stata fondamentale: 28 gol subiti, 19 clean sheet e solo 12 reti concesse nelle ultime 18 partite. È un dato clamoroso e rappresenta bene questo gruppo: mentalità, organizzazione, energia, disciplina, idee chiare e voglia di migliorare sempre" tutur Cesc Fàbregas, Pelatih Como.

Berdasarkan catatan statistik Sky Sport, Cremonese belum terkalahkan dalam 10 pertemuan terakhir melawan Como, dengan kemenangan terakhir Como terjadi pada Oktober 2013 di Serie C.

Pertandingan ini dipimpin oleh wasit Maresca dibantu asisten Cecconi dan Fontemurato, serta disiarkan secara langsung melalui aplikasi DAZN.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author