Crystal Palace Juarai UEFA Conference League Usai Tekuk Rayo Vallecano

Share

Crystal Palace berhasil merengkuh trofi UEFA Conference League setelah menumbangkan wakil Spanyol, Rayo Vallecano, dengan skor 1-0 dalam pertandingan final yang digelar di Leipzig pada Rabu malam, 27 Mei 2026.

Gol tunggal kemenangan klub berjuluk The Eagles tersebut dicetak oleh penyerang asal Prancis, Jean-Philippe Mateta, pada babak kedua, tepatnya menit ke-51.

Hasil ini sekaligus menjadi kado perpisahan manis bagi pelatih Oliver Glasner yang menjalani laga terakhirnya bersama Crystal Palace, setelah mempersembahkan tiga trofi selama dua setengah tahun masa abdinya.

Kemenangan di hadapan 39.000 penonton tersebut mempertegas dominasi klub Inggris di ajang UEFA Conference League dengan memenangkan tiga dari lima edisi yang sudah berjalan, di mana Chelsea menjadi juara pada tahun sebelumnya.

Sebelum laga dimulai, pihak Kepolisian Leipzig sempat melaporkan adanya bentrokan di pusat kota yang melibatkan sekitar 300 suporter garis keras Rayo Vallecano dengan pendukung Crystal Palace, meskipun keributan tidak sampai meluas ke dalam stadion.

Pelatih Crystal Palace, Oliver Glasner, mengaku sangat emosional karena bisa mempersembahkan gelar juara di akhir masa jabatannya sebelum berpisah dengan para penggemar dan pemain.

"Natürlich war ich angespannt. Es bedeutet mir so viel, mich mit einer Trophäe von diesem wunderbaren Klub, diesen wunderbaren Spielern und diesen wunderbaren Fans zu verabschieden. Sie verdienen das einfach." kata Oliver Glasner, Pelatih Crystal Palace.

Glasner juga mengapresiasi performa anak asuhnya yang mampu tampil mendominasi setelah jeda antarabak serta menunjukkan pertahanan yang sangat kokoh untuk mengamankan keunggulan.

"Wir waren so dominant nach der Pause. Und hintenraus haben wir einfach alles wegverteidigt" puji Oliver Glasner, Pelatih Crystal Palace.

Bagi pelatih berusia 51 tahun tersebut, kesuksesan ini menyamai rekor Ernst Happel und Bela Guttmann sebagai pelatih asal Austria yang mampu memenangkan dua gelar kompetisi Eropa, setelah sebelumnya ia menjuarai Liga Europa bersama Eintracht Frankfurt pada 2022.

"Das ist der emotionale Lohn, das kannst du mit keinem Geld der Welt kaufen. Dafür machen wir das alle. Wie viel jeder in den Erfolg investiert hat, das ist heute der Zahltag" tutur Oliver Glasner, Pelatih Crystal Palace.

Setelah memastikan trofi ketiga untuk klub musim ini setelah memenangi Community Shield dan FA Cup, Glasner menegaskan kesiapannya untuk merayakan keberhasilan bersejarah tersebut sepanjang malam.

"Ich werde den Sonnenaufgang heute definitiv noch erleben" ucap Oliver Glasner, Pelatih Crystal Palace.

Gelandang Crystal Palace, Adam Wharton, merasa sangat tersentuh karena timnya mampu memanfaatkan kesempatan langka untuk memenangkan kompetisi tingkat Eropa ini.

"Es ist eines der besten Gefühle, das es gibt. Unser Trainer hat uns gesagt, dass man solche Chancen nur einmal bekommt. Und wir haben sie genutzt. Dieses Gefühl, das kann man nicht kaufen." kata Adam Wharton, Gelandang Crystal Palace.

Wharton juga memuji dampak besar yang dibawa oleh sang manajer sejak pertama kali datang saat tim sedang berjuang menghindari ancaman degradasi.

"Es ist das perfekte Geschenk für ihn. Er hat den Verein in zweieinhalb Jahren verändert. Er will alles gewinnen, jedes Spiel. Als ich gekommen bin, standen wir vor dem Abstieg. Jetzt gewinnen wir Titel. Einfach unglaublich, was er erreicht hat." sahut Adam Wharton, Gelandang Crystal Palace.

Penjaga gawang Dean Henderson ikut memberikan penghormatan tertinggi kepada Glasner dan menganggap sang pelatih telah mengukir sejarah sebagai sosok terbaik yang pernah menangani klub.

"Der Trainer verdient das. Er hat uns durch schwere Phasen durchgebracht. Er ist eine Legende, der beste Trainer in der Geschichte von Crystal Palace" puji Dean Henderson, Kiper Crystal Palace.

Henderson menyatakan bahwa seluruh komponen tim telah bekerja keras dan memberikan penampilan maksimal demi mempersembahkan trofi bagi para suporter setia The Eagles.

"Es bedeutet uns alles. Für den Verein ist es großartig, das verdienen die Fans. Wir haben geliefert und ich bin so proud auf uns alle" kata Dean Henderson, Kiper Crystal Palace.

Pemain asal Inggris tersebut menambahkan bahwa seluruh skuad Crystal Palace sangat layak merayakan pencapaian ini setelah melewati musim kompetisi yang panjang dengan total 60 pertandingan.

"Jetzt werden wir feiern. Es war eine lange Saison, unser 60. Spiel. Wir haben uns das verdient" pungkas Dean Henderson, Kiper Crystal Palace.

Bek tengah Crystal Palace, Maxence Lacroix, yang dilaporkan bakal hengkang pada bursa transfer musim panas mendatang, menyatakan bahwa fokus pada detail kecil menjadi kunci utama dalam menghadapi laga krusial ini.

"We've got to focus on details because it's going to be a big game." ujar Maxence Lacroix, Bek Crystal Palace.

Pemain berusia 26 tahun yang dilirik oleh klub raksasa seperti Chelsea, Liverpool, dan Manchester United ini meminta seluruh tim untuk mempertahankan konsentrasi penuh demi meraih hasil maksimal.

"It's just one game, so we have to be ready, we have to be focused." kata Maxence Lacroix, Bek Crystal Palace.

Lacroix menilai Rayo Vallecano sebagai tim yang memiliki kualitas bagus sehingga menuntut performa profesional dari seluruh pemain sejak menit pertama.

"We play against a really good team, so I think we have our chance, but we have to be professional." kata Maxence Lacroix, Bek Crystal Palace.

Pengalaman Oliver Glasner saat menjuarai Liga Europa dinilai sangat membantu para pemain dalam mengelola tekanan besar di pertandingan final kompetisi Eropa.

"He won the Europa League, so he knows how stressful it is and how you have to prepare for this type of occasion." ujar Maxence Lacroix, Bek Crystal Palace.

Menurut bek asal Prancis tersebut, pendekatan taktik dan persiapan detail yang diberikan tim pelatih merupakan modal utama untuk mengangkat trofi.

"He gave us everything that we need to win, he knows that this is really important because the high level of football is about details." kata Maxence Lacroix, Bek Crystal Palace.

Lacroix menambahkan bahwa setiap menit dalam pertandingan final memerlukan tingkat kedisiplinan yang sangat tinggi dari seluruh elemen tim.

"You have to be focused on every single detail, every single minute, so this is really important for us to win this trophy." ujar Maxence Lacroix, Bek Crystal Palace.

Kehadiran Glasner di klub dinilai berhasil memulihkan kembali mentalitas dan semangat juang para pemain yang sempat meredup.

"When he came in the training ground, he gave us the desire to fight. This is also really important." kata Maxence Lacroix, Bek Crystal Palace.

Komitmen penuh ditunjukkan oleh para pemain di lapangan sebagai bentuk dedikasi dan penghormatan atas seluruh kerja keras yang dilakukan sang manajer sepanjang musim.

"He's really a professional and we want to give everything for him. He gave us everything we need.” ujar Maxence Lacroix, Bek Crystal Palace.

Mengenai perjalanan mereka menuju babak puncak, Lacroix mengenang beberapa pertandingan luar biasa, termasuk laga kandang yang sengit di London Selatan.

"We've had a lot to be honest," kata Maxence Lacroix, Bek Crystal Palace.

Dirinya mengingat atmosfer luar biasa saat menghadapi wakil Italia di Selhurst Park serta pertandingan krusial di babak gugur sebelumnya.

"But the game against Fiorentina at home was good." ujar Maxence Lacroix, Bek Crystal Palace.

Kemenangan atas wakil Ukraina di semifinal juga dianggap sebagai salah satu momen paling berkesan karena kualitas tangguh yang ditunjukkan oleh tim lawan.

"I really liked the Shakhtar game also [in the semi-final]. Shakhtar was a really good team." kata Maxence Lacroix, Bek Crystal Palace.

Kendati demikian, sebelum laga digelar, Lacroix sangat berharap momentum terbaik dalam kariernya bersama Crystal Palace terjadi di pertandingan final di Leipzig.

"But the best moment will be to come. I hope it's going to be in the Final.” ujar Maxence Lacroix, Bek Crystal Palace.

Sebagai seorang pemain bertahan, ia menegaskan karakter permainannya yang kuat serta keunggulannya dalam mengawal lini belakang tim dari serangan musuh.

"I'm a strong defender, I'm quick, I'm good with the ball and I like defending." kata Maxence Lacroix, Bek Crystal Palace.

Berkat kemenangan di final ini, Crystal Palace yang menyudahi kompetisi Liga Utama Inggris di posisi ke-15 resmi mengamankan satu tiket untuk otomatis bertanding di ajang UEFA Europa League musim depan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author