Cut Meyriska dan Roger Danuarta Diperiksa Terkait Kasus Hanania Travel
Penyelidikan kasus dugaan penipuan perjalanan umrah yang menyeret Hanania Travel terus bergulir di Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya). Pasangan selebritas Cut Meyriska dan Roger Danuarta memenuhi panggilan penyidik untuk memberikan keterangan terkait perkara tersebut.
Seperti diberitakan oleh Detik Hot, pasangan suami istri ini menjalani proses pemeriksaan pada Jumat (12/6/2026). Keduanya memastikan telah menyampaikan seluruh informasi yang mereka ketahui demi mendukung kelancaran proses hukum.
Roger Danuarta memberikan apresiasi terhadap proses hukum yang sedang berjalan dan berharap keterangannya bisa memberikan titik terang bagi penyelidikan kepolisian.
"Ya intinya semua kita sudah berjalan dengan lancar. Kita sudah memberitahukan apa yang kita tahu dan juga semoga bisa membantu agar kasus ini bisa berjalan dengan baik," kata Roger Danuarta di Polda Metro Jaya, Jumat (12/6/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Cut Meyriska menjelaskan bahwa pihak mereka bersikap kooperatif dengan menyerahkan dokumen pendukung. Berkas yang diserahkan kepada penyidik mencakup kontrak kerja sama tertulis serta bukti transaksi pembayaran dengan agensi travel tersebut.
"Semua kontrak tadi kita kasih, semua prepare, semua kita kasih, jelasin," Kata Cut Meyriska.
Pemeriksaan terhadap pasangan ini berlangsung dengan puluhan pertanyaan yang diajukan oleh tim penyidik. Cut Meyriska juga menegaskan bahwa keberangkatan mereka bersama keluarga melibatkan transaksi finansial resmi.
"Tadi juga ada 30 pertanyaan dan semuanya berjalan lancar, tidak ada apa-apa. Jadi semuanya sudah dijelaskan di sana. Kami juga menunjukkan bahwa ada yang berbayar, karena kami perginya sekeluarga," ungkap Cut Meyriska.
Mengenai hubungan kerja dengan Hanania Travel, Cut Meyriska memaparkan skema kerja sama yang terjalin. Kerja sama tersebut menggunakan sistem barter konten promosi berupa dokumentasi foto dan video, di samping tetap melakukan pembayaran tunai.
"Barter, barter, foto dan video. Tapi kita juga ada yang berbayar. Tadi sudah ditunjukkan semuanya, bukti transfer, kekurangan bayarnya, lalu surat-surat kontraknya. Semua sudah kami siapkan dan sudah kami berikan," pungkasnya.
Di akhir pemeriksaan, Roger Danuarta menyampaikan empati mendalam bagi para jemaah lain yang menjadi korban dalam pusaran kasus dugaan penipuan ini.
"Kami juga ingin memakai kesempatan ini untuk mengucapkan kalau kita juga bersimpati dengan apa yang dialami oleh para jemaah. Semoga semuanya bisa mendapatkan keadilan dan jalan yang terbaik," tutur Roger Danuarta.