Dana Stimulan Pacu Kebangkitan Ekonomi Warga Korban Bencana di Pidie Jaya

Share

Penyaluran bantuan dana stimulan bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, memberikan dampak ganda. Selain mempercepat perbaikan hunian yang rusak, stimulan ini efektif menggerakkan kembali roda perekonomian keluarga korban bencana.

Seperti dilansir dari Detikcom, proses pemulihan pascabencana ini ditandai dengan munculnya berbagai rintisan usaha mikro di area hunian sementara (huntara). Warga secara mandiri mulai membangun kembali fondasi penghidupan mereka yang sempat terpuruk.

Milawati, seorang warga Desa Meunasah Lhok, memanfaatkan dana tersebut untuk membenahi rumahnya sekaligus membersihkan endapan lumpur sisa banjir. Langkah pemulihan ini sempat menghadapi tantangan berat lantaran bencana banjir kembali melanda ketika proses pembersihan sedang berlangsung.

Kendati dihadapkan pada situasi sulit, Milawati memilih untuk terus bangkit. Bersama keluarganya, ia mendirikan usaha warung makanan ringan di lingkungan huntara guna menopang pendapatan harian.

"Hasil jualan ini kami gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan membantu ekonomi keluarga," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (21/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Milawati saat berada di Kompleks Huntara Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada awal Juni 2026 lalu.

Bantuan stimulan senilai Rp8 juta yang ia terima, ditambah sokongan dana koperasi sebesar Rp200 ribu, dinilai sangat meringankan beban pemulihan keluarganya. Milawati kini menetap di huntara bersama sang suami, sementara anak-anaknya merantau dan satu lainnya menuntut ilmu di pesantren.

Pengalaman serupa dirasakan oleh Salwati, yang juga merupakan penduduk Desa Meunasah Lhok. Ia mengalokasikan sebagian dari dana bantuan yang diterima sebagai modal awal untuk membuka usaha kecil di kawasan huntara.

"Jualan ini untuk memenuhi uang belanja hari-hari," kata Salwati.

Berbagai jenis makanan dan minuman yang ia jajakan kini menjadi pemenuh kebutuhan warga sekitar. Usaha ini sekaligus menciptakan peluang penghasilan baru di tengah minimnya ketersediaan lapangan kerja setelah peristiwa bencana.

Perkembangan usaha mikro di lingkungan huntara menjadi bukti nyata bahwa sokongan dari Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera tidak sekadar memperbaiki infrastruktur fisik. Dukungan ini berhasil menjadi pilar utama pemulihan ekonomi sekaligus membangkitkan optimisme masyarakat untuk menata masa depan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author