Dana White Bangun Arena Pertarungan UFC di Halaman Rumah Putih
Ketua Ultimate Fighting Championship Dana White tengah membangun arena pertarungan seni bela diri campuran sementara di halaman South Lawn Rumah Putih untuk acara laga yang dijadwalkan pada 14 Juni 2026.
Persiapan acara bertajuk #UFCWhiteHouse tersebut dipastikan setelah pihak UFC mulai mendirikan tribune penonton dan gapura besar yang kini dapat terlihat oleh turis maupun kamera televisi. Promotor MMA tersebut juga telah merilis visual rekaan digital yang menampilkan ribuan penonton mengelilingi oktagon berpagar di area istana kepresidenan Amerika Serikat.
Kendati proyek berjalan, pemimpin UFC sekaligus sahabat Presiden Donald Trump tersebut mengaku memiliki keraguan pribadi terkait konsep pertarungan di tempat terbuka yang sarat risiko cuaca.
"There's two things I hate. I hate stadiums, and even worse than a stadium is fighting outside," ujar Dana White, Head of UFC dalam wawancara podcast video NPR Newsmakers.
"There's just so many variables… rain and lightning… bugs," kata Dana White, Head of UFC menambahkan.
Walaupun menghadapi berbagai kendala alam, pimpinan promotor olahraga tersebut tetap melanjutkan proyek pembangunan guna memperingati hari ulang tahun Amerika Serikat.
"We're celebrating America's 250th birthday on the lawn of the White House. And, you know, there possibly couldn't be a greater honor than that, especially for me as an American," kata Dana White, Head of UFC.
Hubungan kedekatan antara olahraga MMA dan Donald Trump sendiri telah terjalin sejak tahun 2001 ketika kompetisi ini masih kesulitan mencari arena resmi karena dianggap tidak populer. Pada saat itu, Trump memberikan dukungan dengan mengundang UFC menggelar acaranya di kasino Taj Mahal miliknya yang berlokasi di Atlantic City.
Kini, bisnis olahraga tersebut bernilai miliaran dolar dengan mempromosikan para petarung tangguh yang merintis karier dari bawah, di mana sebagian besar di antaranya memiliki latar belakang imigran dan pengungsi.
"People that are this tough come from some tough backgrounds," kata Dana White, Head of UFC.
Model promosi dan narasi latar belakang kehidupan pribadi para atlet dinilai menjadi kunci utama dalam menarik minat para penonton setiap akhir pekan.
"Who are you and where do you come from? That's what I sell every Saturday night," kata Dana White, Head of UFC.
Selain membahas popularitas, wawancara NPR juga menyoroti risiko cedera kepala parah yang membayangi para atlet sebagai konsekuensi yang tidak dapat dihindari dari olahraga ini. Di sisi lain, basis penggemar UFC yang didominasi pria muda kini menjadi demografi politik penting di Amerika Serikat setelah banyak dari mereka memilih Trump pada pemilu 2024.