Mantan Atlet Olimpiade AS David Hearn Bantah Rusak Lincoln Memorial

Share

Mantan atlet dayung slalom Olimpiade asal Amerika Serikat, David Hearn, membantah keras tuduhan otoritas federal terkait dugaan perusakan kolam refleksi Lincoln Memorial di Washington, D.C. setelah dirinya ditangkap pada Jumat, 20 Juni 2026.

Pria berusia 67 tahun yang pernah berkompetisi dalam tiga Olimpiade Musim Panas tersebut memberikan klarifikasi mengenai insiden yang menimpanya saat bersepeda di area monumen nasional yang sedang direnovasi itu.

Penangkapan Hearn sempat terekam dalam video oleh jurnalis konservatif Emily Miller, yang menuduh sang atlet merebut selang air yang digunakan oleh pekerja perempuan National Park Service untuk membersihkan ganggang.

Hearn membantah tuduhan tersebut kepada pihak media, meskipun ia mengakui ban sepedanya kemungkinan sempat menyentuh selang yang dimaksud.

"completely unfounded." ujar David Hearn, Mantan Atlet Olimpiade AS.

Hearn menjelaskan kepada The Washington Post bahwa dirinya hanya sedang melihat kolam yang baru direnovasi di tengah kegiatan bersepedanya sejauh 52 mil.

"It’s a lie," kata David Hearn, Mantan Atlet Olimpiade AS.

Hearn menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak merusak bagian apa pun dari fasilitas publik tersebut secara sengaja.

"I didn’t rip, tear, destruct, destroy, or harm in any way, any part of the reflecting pool." kata David Hearn, Mantan Atlet Olimpiade AS.

Dirinya mengaku hanya menyentuh lapisan pelindung kolam yang terkelupas karena rasa ingin tahu sebagai warga negara yang peduli.

"curious as a concerned citizen." ujar David Hearn, Mantan Atlet Olimpiade AS.

Hearn menduga pihak berwenang sengaja mencari target penangkapan untuk menciptakan narasi pemberitaan mengenai perusakan kolam refleksi.

"They clearly wanted a news story that they could promote that was centered around vandals damaging the reflecting pool," kata David Hearn, Mantan Atlet Olimpiade AS.

Ia menambahkan bahwa petugas di lapangan tampak sudah siap melakukan penangkapan terhadap siapa saja dengan dasar tuduhan yang dibuat-buat.

"Officers were ready to arrest me and other people they found who they could have some contrived basis of charges on to accuse them of vandalism." kata David Hearn, Mantan Atlet Olimpiade AS.

Lebih lanjut, ia mengaitkan kasusnya dengan kebohongan yang dinilainya sering diproduksi oleh pemerintahan saat ini.

"We’ve already heard many lies from this administration," ujar David Hearn, Mantan Atlet Olimpiade AS.

Hearn menegaskan kembali kepada media bahwa tuduhan perusakan itu hanyalah sebuah kebohongan lain.

"That’s just another lie." kata David Hearn, Mantan Atlet Olimpiade AS.

Sebelumnya, ia juga telah menyatakan pembelaan serupa saat diwawancarai oleh pihak The Washington Post.

"didn’t destroy or break or peel anything." kata David Hearn, Mantan Atlet Olimpiade AS.

Kepada koresponden senior Gedung Putih ABC News, Selina Wang, Hearn mengungkapkan dirinya sempat ditahan selama lima jam sebelum dibebaskan dengan dakwaan perusakan properti federal.

"very tight handcuffs," ujar David Hearn, Mantan Atlet Olimpiade AS.

Hearn menyatakan penahanan tersebut terasa menakutkan dan menilai banyak terjadi penahanan tidak sah di bawah pemerintahan yang berkuasa sekarang.

"scary," kata David Hearn, Mantan Atlet Olimpiade AS.

Ia mengkritik situasi penegakan hukum saat ini yang dianggapnya tidak berdasar keadilan.

"with the government that we’re under and right now, there have been many unlawful detentions." kata David Hearn, Mantan Atlet Olimpiade AS.

Merespons pernyataan Hearn, pihak Gedung Putih langsung memberikan pernyataan resmi yang mengecam tindakan sang mantan atlet.

"It is despicable that after attempting to vandalize a national monument, this deranged individual suffering from a severe case of Trump Derangement Syndrome would disparage the brave men and women who put their lives on the line to protect the public and our nation’s capital." kata Taylor Rogers, Juru Bicara Gedung Putih.

Proyek revitalisasi kolam refleksi senilai 14 juta dolar AS yang diinisiasi Presiden Donald Trump dilaporkan memicu masalah lingkungan berupa ledakan pertumbuhan ganggang hijau akibat penggunaan cat khusus.

Presiden Donald Trump sendiri mengomentari situasi kolam tersebut melalui unggahan di media sosial Truth Social pada hari Minggu, dengan menuduh kelompok perusak sebagai penyebab kerusakan.

"Work will begin immediately on fixing the seriously vandalized Reflecting Pool. I just inspected it, and could only say to myself, and those gathered around me, WOW, who would do such a thing?" tulis Donald Trump, Presiden AS.

Trump menyatakan kekecewaannya atas kondisi proyek yang awalnya diperkirakan hanya menghabiskan anggaran sebesar 1,8 juta dolar AS tersebut.

"SICK, DERANGED PEOPLE! We will fix it?" tulis Donald Trump, Presiden AS.

Berdasarkan laporan media Daily Mail, David Hearn dijadwalkan untuk menghadiri persidangan pertamanya di pengadilan pada tanggal 9 Juli 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author