DEN Ungkap Kerugian Ekonomi Iran dan Amerika Serikat Akibat Perang
Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengungkapkan kerugian besar yang dialami Iran dan Amerika Serikat akibat konflik Timur Tengah dalam Seminar Islamic Economic Outlook di Jakarta pada Rabu (17/6/2026). Dilansir dari Detik Finance, dampak perang tersebut melumpuhkan sektor energi kedua negara, memicu penurunan pendapatan ekspor hingga lonjakan harga komoditas domestik. Anggota DEN Firman Hidayat menjelaskan bahwa pemblokiran jalur logistik oleh Amerika Serikat telah menghentikan penerimaan harian Iran dari sektor minyak secara signifikan.
"Iran yang tadinya bisa kirim oil-nya gitu ya, mereka dapet revenue, sekarang akhirnya US$ 500 juta per day revenue-nya Iran itu stop karena US juga blockade, pokoknya nggak boleh ada yang lewat termasuk Iran" ungkap Firman Hidayat, Anggota DEN.
Hambatan pengiriman imbas blokade tersebut juga menghentikan total produksi minyak dan gas Iran yang telah menghadapi embargo selama 47 tahun. Di sisi lain, konsumen di Amerika Serikat harus membayar harga BBM hingga US$ 4,5 per galon yang kemudian menjatuhkan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Trump.
Penurunan popularitas tersebut berdampak langsung pada merosotnya probabilitas kemenangan Partai Demokrat di bawah 50 persen pada platform Polymarket menjelang pemilu paruh waktu. "ini yang kemudian mendorong Trump harus selesaikan perangnya sebelum bulan Agustus" pungkas Firman Hidayat, Anggota DEN.