Diet Air Putih Ekstrem Wanita China Buat Otak Rusak

Share

Aksi nekat menurunkan berat badan secara instan berujung fatal bagi seorang perempuan di China. Ia mengalami gangguan saraf otak yang serius setelah berhenti mengonsumsi makanan padat selama hampir dua pekan. Seperti dikutip dari Detik Food, wanita berbobot awal 70 kilogram dengan tinggi 160 sentimeter tersebut nekat hanya mengonsumsi air putih.

Metode ini memang memotong bobotnya hingga 20 kilogram dalam waktu singkat. Dampak buruk dari pola makan ekstrem itu segera muncul. Pasien mulai kehilangan daya ingat dan tidak mampu berjalan lurus, hingga gaya jalannya menyerupai gerakan penguin.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan pasien mengidap ensefalopati Wernicke. Kondisi ini merupakan penyakit otak berat yang dipicu oleh defisiensi tiamin atau vitamin B1 secara mendadak.

Dokter menjelaskan bahwa vitamin B1 memegang peran vital dalam proses metabolisme energi pada sel otak. Karena tubuh tidak sanggup memproduksinya sendiri, asupan vitamin ini sepenuhnya bergantung pada makanan harian. Kapasitas penyimpanan tiamin dalam tubuh manusia sangat terbatas. Keputusan untuk tidak makan sama sekali dalam jangka panjang akan menguras cadangan nutrisi tersebut hingga memicu kerusakan saraf.

Selain kekacauan ingatan dan gangguan motorik, ensefalopati Wernicke memicu komplikasi lain. Penderita bisa mengalami disorientasi, penurunan suhu tubuh, pandangan ganda, kelainan otot mata, hingga gangguan detak jantung dan tekanan darah rendah. Tenaga medis mengingatkan bahwa penurunan berat badan yang drastis umumnya berasal dari penyusutan massa otot dan cairan tubuh, bukan berkurangnya lemak. Diet ketat juga merusak metabolisme basal sehingga memicu lonjakan bobot tubuh saat kembali makan normal.

Upaya penurunan berat badan yang aman wajib mengandalkan kombinasi asupan nutrisi seimbang serta olahraga teratur secara konsisten.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author