BRIN Ungkap Dilema Pelembagaan Partai Politik terhadap Perolehan Suara

Share

Badan Riset dan Inovasi Nasional memaparkan dilema pelembagaan partai politik di Indonesia yang tidak berbanding lurus dengan perolehan suara pemilu dalam seminar di Jakarta pada Kamis, 28 Mei 2026.

Data Indeks Pelembagaan Partai Politik 2024 menunjukkan nilai rata-rata nasional berada di angka 74,16 atau masuk kategori sedang. Penilaian tersebut diukur melalui tiga dimensi utama, yaitu kemandirian dengan skor 93,05, infusi nilai sebesar 71,60, dan derajat kesisteman yang hanya meraih 57,81.

Kondisi internal ini memicu penurunan kepercayaan publik karena parpol dinilai masih bertumpu pada figur tertentu dan mengabaikan proses kaderisasi yang berjalan secara meritokratis.

"Banyak partai masih sangat bergantung pada tokoh sentral. Ketika figur kuat melemah, partai ikut goyah. Regenerasi kepemimpinan sering kali tidak berjalan secara meritokratis. Kaderisasi belum menjadi budaya organisasi, melainkan sekadar aktivitas administratif menjelang pemilu," kata Peneliti Senior Bidang Politik BRIN Lili Romli.

Hubungan yang terbangun antara pengurus parpol dan konstituen di lapangan juga disorot karena dinilai belum menyentuh persoalan mendasar masyarakat.

"Di sisi lain, hubungan partai dengan masyarakat cenderung bersifat transaksional dan musiman. Partai hadir menjelang pemilu, tetapi kurang hadir dalam kehidupan sosial warga sehari-hari. Akibatnya, kepercayaan publik terhadap partai politik terus mengalami tantangan," ujar Lili Romli.

Kelemahan struktural ini berdampak pada fungsi utama parpol sebagai wadah pendidikan politik dan penyalur aspirasi publik secara berkelanjutan.

"Melalui partailah, kader pemimpin lahir, aspirasi rakyat disalurkan, pendidikan politik dijalankan, dan pemerintahan dibentuk. Tanpa partai politik yang kuat dan terlembaga, demokrasi hanya akan menjadi prosedur lima tahunan yang kehilangan substansi," tutur Lili Romli.

Berdasarkan data riset yang diluncurkan pertengahan 2024 tersebut, Partai Keadilan Sejahtera menempati posisi tertinggi, disusul oleh Partai Nasdem dan Partai Amanat Nasional. Sebaliknya, Partai Gerindra berada di posisi bawah namun berhasil mengamankan persentase suara yang signifikan pada Pemilu 2024.

Tantangan parpol semakin besar karena 55 persen pemilih saat ini berusia di bawah 40 tahun, sementara pemuda membutuhkan ruang politik mandiri demi menegakkan keadilan sosial sesuai Pasal 27 ayat (1) UUD 1945. Dilansir dari Kompasiana, generasi muda kini cenderung memilih jalur gerakan eksternal seperti komunitas dan LSM akibat budaya internal parpol yang kaku dengan senioritas serta modal finansial besar.

Tim Riset Politik BRIN dijadwalkan melakukan safari ke sejumlah partai politik pada tahun 2026 untuk memantau langkah pembenahan internal setelah dua tahun peluncuran indeks tersebut.

Peringkat Indeks Pelembagaan Partai Politik (IPPP) BRIN 2024
Peringkat Partai Politik Skor Kelembagaan
1 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 88,65
2 Partai Nasdem 83,14
3 Partai Amanat Nasional (PAN) 79,87
4 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) 76,72
5 Partai Golkar 68,83
6 Partai Demokrat 68,54
7 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 67,65
8 Partai Gerindra 67,08
9 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 66,92
Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: BRIN Partai Politik Pemilu
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author