Disdik Riau Buka Pendaftaran Jalur Afirmasi SMA dan SMK Swasta

Share

Dinas Pendidikan Provinsi Riau resmi membuka pendaftaran jalur afirmasi untuk SMA dan SMK swasta pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 mulai Senin, 22 Juni 2026 pukul 10.00 WIB.

Langkah ini diambil setelah pendaftaran SPMB untuk SMA dan SMK negeri di Riau resmi ditutup dengan total pendaftar mencapai 79.350 calon siswa. Jalur afirmasi swasta ini menjadi alternatif bagi masyarakat ekonomi rendah, disabilitas, serta calon siswa yang belum lolos seleksi di sekolah negeri.

Pemerintah Provinsi Riau mengalokasikan total daya tampung sebanyak 2.179 kursi untuk program kerja sama sekolah swasta ini. Kuota tersebut terbagi menjadi 424 kursi untuk SMA swasta dan 1.755 kursi untuk SMK swasta di wilayah Riau.

Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya menjelaskan bahwa proses pendaftaran jalur khusus ini akan difasilitasi penuh selama lima hari ke depan hingga menjelang akhir pekan.

"Dimulai besok pukul 10.00 wib sampai dengan Jumat, 26 Juni pukul 12.00 akan dibuka tahapan pendaftaran sekolah swasta jalur afirmasi," kata Erisman Yahya, Kepala Dinas Pendidikan Riau.

Erisman Yahya memaparkan pembagian kuota daya tampung yang disediakan oleh pemerintah daerah bagi para calon siswa baru yang mendaftar lewat jalur afirmasi swasta tersebut.

"Tahun ini kita buka untuk 2.179 calon siswa. Sebanyak 424 untuk kuota SMA Swasta dan 1755 untuk kuota SMK Swasta," kata Erisman Yahya, Kepala Dinas Pendidikan Riau.

Kriteria kelulusan jalur ini mengutamakan parameter objektif seperti jarak rumah ke sekolah, batas usia maksimal 21 tahun per 1 Juli 2026, serta waktu pendaftaran.

"Dengan penentuan penerimaan, yaitu pioritas jarak tempat tinggal ke sekolah, usia calon murid dan waktu pendaftaran," kata Erisman Yahya, Kepala Dinas Pendidikan Riau.

Para pendaftar juga diwajibkan menyertakan berkas akademis berupa ijazah atau surat keterangan lulus serta rekam jejak nilai rapor sekolah asal.

"Kemudian dilengkapi surat keterangan rata-rata nilai rapor semester I-V yang diterbitkan sekolah. Usia maksimal 21 tahun per 1 Juli 2026 dan Kartu Keluarga (KK) minimal terbit 1 tahun terakhir terhitung 1 Juni 2025," kata Erisman Yahya, Kepala Dinas Pendidikan Riau.

Untuk keabsahan kondisi ekonomi, pendaftar harus terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 sampai 4 atau memiliki kartu bantuan sosial.

"Kemudian, memiliki Surat Keterangan Terdata Dalam DTSEN Dinas Sosial pada desil 1 sampai 4 yang masih berlaku. Dan bukti keikutsertaan program penanganan keluarga tidak mampu atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) ataupun bukti program bantuan pemerintah lainnya," pungkas Erisman Yahya, Kepala Dinas Pendidikan Riau.

Kebijakan SPMB 2026 menetapkan data desil DTSEN dari Kementerian Sosial sebagai acuan utama verifikasi menggantikan sistem PPDB lama demi transparansi layanan pendidikan. Kuota afirmasi diwajibkan minimal 15 persen dari daya tampung sekolah.

Pendaftaran ini berjalan beriringan dengan proses verifikasi berkas pascapenutupan pendaftaran sekolah negeri yang mencatat 81.029 akun aktif, di mana 1.679 akun di antaranya tidak digunakan.

Tim teknis SPMB Provinsi Riau, Jeffri Hunter menyatakan bahwa seluruh proses administrasi pendaftaran untuk sekolah negeri kini sudah selesai dan berlanjut ke tahapan berikutnya.

"Proses pendaftaran SPMB sudah tutup, semuanya sudah clear," ucap Jeffri Hunter, tim teknis SPMB Provinsi Riau.

Pihak sekolah saat ini tengah melakukan verifikasi dokumen sebelum mengumumkan hasil akhir seleksi murid baru sekolah negeri secara resmi ke publik.

"Hasil seleksi akan diumumkan pada Senin (22/6/2026)," kata Jeffri Hunter, tim teknis SPMB Provinsi Riau.

Pemerintah berharap pelaksanaan seluruh rangkaian penerimaan siswa baru ini dapat berjalan akuntabel dan bersih sesuai regulasi.

"Kita berharap seluruh proses SPMB dapat berjalan lancar, transparan dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan," sambung Jeffri Hunter, tim teknis SPMB Provinsi Riau.

Berdasarkan rincian data pilihan, seluruh 79.350 peserta telah mengisi pilihan pertama sekolah negeri, sementara 22.683 peserta mengisi pilihan kedua, dan 7.055 peserta memilih hingga pilihan ketiga.

"Total yang mendaftar tercatat sebanyak 79.350 calon siswa," terang Jeffri Hunter, tim teknis SPMB Provinsi Riau.

Terkait akun yang tidak digunakan, pihak panitia menduga para calon siswa tersebut sudah memilih jalur pendidikan lain sebelum masa pendaftaran ditutup.

"Kemungkinan mereka sudah diterima di sekolah boarding, sekolah luar daerah, atau memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah lain, sehingga akun yang sudah dibuat tidak digunakannya," ujar Jeffri Hunter, tim teknis SPMB Provinsi Riau.

Jeffri Hunter menegaskan bahwa angka pada pilihan lanjutan merupakan bagian dari total siswa pendaftar utama yang memanfaatkan peluang kesempatan sekolah lain.

"Angka pada pilihan kedua dan ketiga bukanlah jumlah peserta baru, melainkan bagian dari peserta yang sebelumnya sudah terdaftar pada pilihan pertama. Jadi total jumlah pada kesempatan kedua dan ketiga itu merupakan pecahan dari pilihan pertama. Artinya mereka terdaftar terlebih dahulu pada kesempatan pertama, kemudian memanfaatkan pilihan berikutnya sesuai kesempatan yang tersedia," terang Jeffri Hunter, tim teknis SPMB Provinsi Riau.

Di sisi lain, kebutuhan cetak dokumen DTSEN untuk keperluan sekolah juga melonjak di daerah lain seperti Kota Sukabumi lewat Unit Pelaksana Teknis Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (UPT SLRT) Repeh Rapih.

Kepala UPT SLRT Repeh Rapih Dinas Sosial Kota Sukabumi, Ai Komariah memaparkan total permohonan layanan masyarakat yang masuk ke instansinya sepanjang awal tahun hingga Mei.

"Tahun 2026 dari Januari – Mei sekitar 4.389 pemohon untuk layanan kesehatan. Pada periode yang sama untuk layanan pendidikan terdapat 1.260 pemohon, dan bidang sosial ekonomi sebanyak 279 pemohon,” tandas Ai Komariah, Kepala UPT SLRT Repeh Rapih Dinas Sosial Kota Sukabumi.

Penggunaan data terintegrasi DTSEN ini diharapkan mampu menghapus ketidakobjektifan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) konvensional dalam proses seleksi murid baru.

Tabel Kategori Desil DTSEN dan Peluang Jalur Afirmasi
Kategori Desil Kondisi Ekonomi Peluang Jalur Afirmasi
Desil 1 Sangat miskin Memenuhi syarat
Desil 2 Miskin Memenuhi syarat
Desil 3 Rentan miskin Memenuhi syarat
Desil 4 Menengah bawah Memenuhi syarat di banyak daerah
Desil 5 Menengah bawah Tergantung ketentuan daerah
Desil 6-10 Menengah hingga atas Umumnya tidak memenuhi syarat

Dinas Pendidikan Riau mengimbau seluruh calon peserta didik yang memenuhi kriteria untuk segera menyelesaikan pendaftaran jalur afirmasi swasta sebelum batas waktu penutupan sistem pada Jumat mendatang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author