Dokter Spesialis Gizi Peringatkan Risiko Diet Ekstrem 6000 Kalori Erling Haaland

Share

Striker Norwegia Erling Haaland dikenal memiliki postur raksasa dengan tinggi 195 cm dan berat 94 kg. Di balik tubuh besarnya, pemain sepak bola ini menjalankan pola makan ekstrem yang melampaui batas kemampuan manusia biasa.

Dikutip dari Detik Health, Haaland mengonsumsi sedikitnya 6.000 kalori setiap hari. Jumlah tersebut mencapai hampir tiga kali lipat dari rata-rata kebutuhan energi manusia normal.

Dokter spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK menjelaskan bahwa konsumsi energi harian orang dewasa normal sebenarnya hanya berkisar pada angka 2.000 kalori. Surplus kalori yang sangat besar dipastikan akan mengubah berat badan secara drastis.

"Ini kalau untuk 6.000 kalori, lumayan banyak ya. Karena sebenarnya kita makan 2.500 sampai 3.000 kalori aja itu banyak banget," kata dr Yaze saat melakukan live TikTok bersama detikHealth, Kamis (9/7/2026).

Pemain Timnas Norwegia tersebut tidak mengonsumsi makanan olahan untuk memenuhi kalori raksasanya. Haaland memilih mengonsumsi jantung sapi, hati sapi, steak, madu mentah, ikan kakap, asparagus, nasi goreng telur, dan susu mentah.

Menurut dr Yaze, konsumsi jeroan dalam jumlah besar seperti yang dilakukan Haaland dapat memicu lonjakan kadar purin serta kolesterol dalam tubuh manusia. Kondisi ini akan membahayakan orang biasa yang tidak memiliki pola hidup serupa.

"Terus untuk hasil lab, bisa jadi mungkin purinnya akan jadi tinggi, kolesterol bisa tinggi. Terus gula darah juga bisa tinggi," katanya.

Perbedaan Level Aktivitas Fisik

Sebagai pesepak bola profesional, Haaland menjalani porsi latihan berat yang berbeda dari manusia biasa. Aktivitas fisik ekstrem tersebut membantu tubuhnya mengontrol kadar purin, kolesterol, hingga gula darah.

Hal sebaliknya akan terjadi pada masyarakat umum yang tidak memiliki intensitas olahraga setinggi Haaland. Ketidakseimbangan antara asupan kalori dan aktivitas fisik akan langsung merusak kondisi kesehatan.

"Dampaknya, yang pasti berat badan naik nih. Kalau misalnya dia enggak ada aktivitas fisik," katanya.

Oleh karena itu, dr Yaze mengingatkan masyarakat agar tidak meniru pola makan ekstrem sang penyerang. Langkah meniru diet tersebut justru memperbesar risiko gangguan kesehatan yang berbahaya.

"Pasti dalam waktu yang sangat cepat. Berat badan akan naik, bisa jadi obesitas tiba-tiba nih orangnya," katanya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author