Dokter Imbau Calon Ibu Waspadai Paparan BPA demi Cegah Pubertas Dini Anak

Share

Menjaga kesehatan buah hati idealnya dibentuk sejak masa persiapan kehamilan. Calon ibu diimbau untuk mewaspadai paparan Bisphenol A (BPA) karena sejumlah riset mengaitkan zat tersebut dengan gangguan hormon yang memicu risiko pubertas dini pada anak.

Selain memperhatikan konsumsi makanan dan minuman, pemilihan wadah harian juga harus dilakukan secara teliti. Dilansir dari HaiBunda, potensi paparan kimia ini salah satunya dapat bersumber dari penggunaan galon air minum guna ulang.

Pakar obstetri dan ginekologi, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, MD, Sp.OG menjelaskan bahwa terdapat beberapa zat kimia di lingkungan sekitar yang berisiko mengganggu sistem hormon tubuh. Oleh karena itu, aspek makanan, minuman, hingga wadah yang dipakai wajib diperhatikan saat merencanakan kehamilan.

"Perencanaan kehamilan itu harus direncanakan. Enggak zamannya lagi hamil itu kebetulan, harus direncanakan,"

ujar Prof Budi.

Langkah krusial dalam merencanakan kehamilan yang sehat adalah mengeliminasi paparan zat pengganggu hormon. Calon ibu harus memastikan diri terbebas dari paparan BPA, terutama ketika memasuki fase awal kehamilan.

Zat BPA berpotensi luruh dari galon guna ulang ke dalam air konsumsi, sehingga berisiko bagi kesehatan keluarga. Janin dalam kandungan sangat rentan terhadap dampak buruk kontaminasi kimia tersebut.

"Ketika ibu hamil dalam tiga bulan pertama, itu tidak boleh dia terekspos dengan itu (BPA),"

kata Prof Budi.

Guna mendukung kesehatan calon ibu, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) meluncurkan gerakan kampanye bertajuk "Selamatkan Perempuan Indonesia".

"Selamatkan Perempuan Indonesia mulai dari hulu sampai ke hilir, mulai dari perencanaan kehamilan,"

ucap Prof Budi.

Melalui program tersebut, ditegaskan bahwa kesehatan anak mesti disiapkan jauh sebelum persalinan. Persiapan menuju kehamilan idealnya dilakukan selama 100 hari, termasuk meminimalkan paparan BPA serta endocrine disrupting chemical atau zat kimia pengganggu hormon lainnya.

Prof Budi menambahkan, dampak buruk dari paparan zat-zat pengganggu hormon tersebut dapat memengaruhi kesehatan reproduksi anak di masa depan. Ibu hamil yang terkontaminasi pada trimester pertama bisa membawa risiko bagi anak yang dikandungnya.

Masalah kesehatan yang patut diwaspadai akibat gangguan ini meliputi kemunculan kista endometriosis, kista coklat, PCOS, hingga penyakit kanker. Ibu yang sedang menjalani program hamil sangat disarankan menghindari pemakaian galon guna ulang yang mengandung BPA.

Melalui tindakan kecil tersebut, calon ibu dapat meminimalkan akumulasi zat kimia berbahaya dalam aktivitas sehari-hari. Upaya ini menjadi bagian penting dari manajemen kehamilan karena kondisi kesehatan anak di masa depan sangat dipengaruhi oleh proteksi sejak masa promil.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author