Dokter Jelaskan Aman dan Perlu Mammografi Saat Menyusui
Mammografi menjadi metode penting dalam skrining dan deteksi masalah payudara, termasuk pada ibu yang masih menyusui. Banyak ibu khawatir mengenai keamanan mammografi saat masa menyusui, terutama terkait dampaknya pada ASI dan bayi.
Dikutip dari HaiBunda, Dr. Harriet Beth Barofsky, spesialis pencitraan payudara, menyatakan bahwa mammografi aman dilakukan selama dan setelah kehamilan. Prosedur ini tidak mengubah kualitas ASI maupun merusak jaringan payudara.
Radiasi yang digunakan dalam mammografi tidak berdampak pada ASI maupun bayi, sehingga ibu menyusui tidak perlu menunda pemeriksaan terutama jika sudah memasuki usia skrining atau memiliki risiko tinggi kanker payudara.
Menunda mammografi bisa menyebabkan keterlambatan deteksi dini kanker payudara, terutama pada perempuan di atas 40 tahun atau dengan riwayat keluarga positif. Deteksi dini berperan penting dalam pengobatan yang efektif.
Menyusui memang mengubah kondisi payudara, membuatnya membesar dan padat sehingga kompresi mammografi menjadi terbatas dan hasilnya kurang optimal. Oleh karena itu, mammografi sering kali dikombinasikan dengan ultrasonografi (USG) untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas.
Untuk kenyamanan dan hasil yang optimal, disarankan ibu menyusui memompa ASI atau menyusui tepat sebelum mammografi. Hal ini mengurangi pembengkakan dan membuat pemeriksaan lebih nyaman serta gambar menjadi lebih jelas.
Setelah mammografi, ibu dapat langsung melanjutkan menyusui tanpa ada pembatasan khusus. Jika masih ada keraguan, konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan untuk memastikan kondisi dan kebutuhan ibu selama masa menyusui.
Intinya, mammografi adalah prosedur aman dan penting bagi ibu menyusui, terutama untuk mendeteksi adanya benjolan atau perubahan lain pada payudara yang mungkin menandakan risiko kanker.