Dokter Spesialis Mayapada Hospital Sarankan Pola Makan Seimbang Bukan Detoks

Share

Konsumsi daging kurban secara berlebihan tidak memerlukan detoks pencernaan melainkan penerapan pola makan seimbang guna mencegah gangguan kesehatan. Langkah preventif ini penting dilakukan untuk mengontrol kadar gula darah dan kolesterol setelah menyantap hidangan khas hari raya.

Pernyataan mengenai ketidakperluan tindakan detoksifikasi tersebut dilansir dari Detik Health berdasarkan penjelasan ahli kesehatan. Pengaturan porsi makanan dinilai sudah memadai untuk menjaga metabolisme tubuh tetap optimal.

"Sebenarnya saya rasa keseimbangan pola makan saja sudah cukup. Seperti kalau kita makan daging, protein harus diimbangi dengan serat yang cukup, harus diimbangi juga dengan karbohidrat yang cukup. Yang penting jangan berlebih," kata dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan.

Pembatasan asupan gizi secara ketat juga sangat direkomendasikan bagi individu yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Penyakit seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan kencing manis berisiko mengalami kekambuhan mendadak jika asupan makanan tidak dikontrol.

"Jadi intinya adalah dalam satu porsi piring itu usahakan keseimbangan atau isi dari piring tersebut yang baik," kata dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH.

Berdasarkan sejumlah penelitian, proses pencernaan daging di dalam saluran pencernaan manusia memerlukan waktu hingga lima jam. Keberadaan serat memiliki peran krusial dalam membantu usus mengolah protein dari daging dengan lebih efisien.

"Rasa begah, kembung pun lebih mudah hilang atau mungkin akan teratasi dengan kita makan banyak serat," kata dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH.

Kombinasi antara protein dan serat yang seimbang dalam sekali makan akan membuat kondisi tubuh menjadi lebih sehat. Pengelolaan pola makan ini juga menjadi solusi efektif bagi masyarakat yang kerap mengkhawatirkan risiko kenaikan asam urat serta kolesterol setelah mengonsumsi hidangan kurban.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author