Dokter Tri Maharani Sediakan Layanan Darurat untuk Wisatawan di Indonesia
Dr. dr. Tri Maharani, pakar toksinologi dan dokter spesialis gawat darurat di RS Permata Depok, menyediakan layanan konsultasi darurat bagi wisatawan yang mengalami gigitan ular, sengatan ubur-ubur, atau keracunan hewan laut di Indonesia, seperti dilansir dari Detik Travel.
Selama lebih dari sepuluh tahun, Dr. Tri menjadi rujukan bagi wisatawan mancanegara yang menghadapi kondisi darurat kesehatan saat berlibur, terutama di Bali dan Ubud. Nomor teleponnya bahkan disebarkan oleh biro perjalanan di Eropa untuk membantu wisatawan yang membutuhkan pertolongan cepat.
"Ada sebuah biro perjalanan di Praha yang menyertakan nomor saya. Jadi kalau ada wisatawan dari Praha yang mengalami gigitan ular atau hewan laut saat berlibur di Bali atau Ubud, mereka bisa langsung menghubungi saya," ujar Tri Maharani, yang akrab disapa Maha.
Kisah ini berawal dari seorang wisatawan asal Republik Ceko yang digigit ular saat menginap di Ubud dan berhasil mendapatkan penanganan yang tepat. Biro perjalanan kemudian meminta izin untuk membagikan nomor telepon Maha kepada pelanggannya.
Selain wisatawan Republik Ceko, Maha juga menerima banyak konsultasi dari Jepang, China, dan negara Eropa lainnya. Namun, ia menyayangkan bahwa layanan ini jarang dimanfaatkan oleh wisatawan Indonesia sendiri.
"Yang menghubungi saya lebih banyak turis asing. Orang Indonesia justru jarang," kata Maha.
Menurut Maha, wisatawan asing cenderung lebih teredukasi dalam mencari informasi risiko kesehatan dan tidak ragu menghubungi tenaga medis saat keadaan darurat, meskipun hanya untuk memastikan langkah penanganan awal.
Sejak 2014, Maha telah memberikan konsultasi jarak jauh melalui pesan singkat dan aplikasi komunikasi, yang kini berkembang menjadi Virtual Poison Center, sistem konsultasi berbasis teknologi hasil kolaborasi dengan akademisi.
"Kalau ada yang digigit ular atau tersengat ubur-ubur, mereka bisa langsung bertanya. Nanti kami berikan pertolongan pertama yang harus dilakukan," ujar Maha.
Tujuan utama layanan ini adalah membantu wisatawan mengambil tindakan tepat pada menit-menit pertama setelah kejadian, sehingga mencegah kondisi memburuk sebelum penanganan medis.
Maha menilai bahwa wisatawan memilih destinasi yang memiliki sistem keselamatan baik. Ia mendorong Indonesia untuk tidak hanya mempromosikan keindahan alam, tapi juga memperkuat aspek keselamatan dan layanan kesehatan yang mudah diakses.
"Kalau wisatawan tahu Indonesia aman, mereka akan datang sendiri. Mereka yakin bisa pulang dengan selamat," katanya.
Menurut Maha, kepercayaan wisatawan bukan hanya dibangun dari keindahan alam, tetapi juga dari kepastian mendapat pertolongan saat darurat. "Orang datang berwisata ingin bahagia. Maka mereka juga harus pulang dengan selamat," ujarnya.