Donald Trump Klaim Israel Akan Hancur Tanpa Dukungan Amerika Serikat

Share

Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Israel bakal hancur lebur jika tidak mendapatkan dukungan dari dirinya. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara bersama media Axios yang dipublikasikan pada Jumat (19/6) waktu setempat, seperti dilansir dari Detikcom melalui laporan Anadolu Agency dan New York Post.

Donald Trump menegaskan memiliki kemampuan untuk mengontrol pergerakan militer Tel Aviv di Lebanon lantaran para pejabat di sana tunduk pada arahannya. Di samping itu, Washington juga disebut harus memastikan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tetap berpikiran jernih dalam menyikapi persoalan di Lebanon.

Kritik dilontarkan oleh Trump terhadap sekutu dekatnya tersebut karena ia mengaku telah kehilangan rasa hormat terhadap kelompok garis keras di Israel yang terus mendesak agar peperangan melawan Iran dilanjutkan. Ia kemudian mengingatkan kembali mengenai keunggulan kekuatan militer Washington yang selama ini memasok persenjataan serta pesawat pengebom untuk Israel.

"Jika bukan karena Donald Trump — dan Bibi Netanyahu bekerja sama secara baik dengan saya, tetapi dia akan memberitahu Anda, kamilah yang memiliki senjata, kamilah yang mendapatkan seluruh kesepakatan, kamilah yang memiliki pesawat pengebom B-2, dan lain-lain," kata Trump, Presiden Amerika Serikat ke-45.

Melalui penguatan argumen tersebut, Trump memberikan peringatan keras mengenai ketergantungan eksistensi Israel pada kepemimpinannya.

"Jika bukan karena Donald Trump, Israel akan hancur lebur," tegas Trump, Mantan Presiden Amerika Serikat.

Pernyataan dalam wawancara itu senada dengan komentar yang ia lontarkan pada awal pekan ini mengenai pengaruh besar negaranya.

"Tanpa Amerika Serikat, tidak akan ada Israel," tegas Trump, Politisi Partai Republik.

Ketika jurnalis Axios menanyakan kepastian kemampuannya dalam menyetop serangan Israel ke kelompok Hizbullah demi menjaga pakta perdamaian dengan Iran, Trump menunjukkan keyakinan penuh.

"Iya, saya akan mampu melakukannya," tegas Trump, Mantan Presiden Amerika Serikat.

Trump merasa posisinya sangat dihormati oleh otoritas pemerintahan Israel sehingga perintahnya akan selalu dituruti.

"Mereka sangat menghormati saya, dan mereka melakukan apa yang saya katakan," ucap Trump, Politisi Partai Republik.

Laporan dari Detikcom menyebutkan bahwa gelombang pernyataan Trump ini muncul bersamaan dengan momentum perpanjangan masa gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah yang diumumkan berlaku mulai Jumat (19/6) pukul 16.00 waktu setempat. Kendati kesepakatan telah berjalan, militer Israel dilaporkan masih terus meluncurkan gempuran ke wilayah Lebanon dengan dalih mengincar basis Hizbullah.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author