Donyell Malen Ungkap Koleksi Mobil Klasik dan Kecanduan AutoScout
Penyerang AS Roma dan tim nasional Belanda Donyell Malen menunjukkan koleksi mobil pribadinya dalam sebuah video bersama Day1 yang dirilis pada Juni 2026.
Malen mengungkapkan bahwa ia memiliki kecintaan besar terhadap kendaraan roda empat, khususnya mobil klasik asal Jerman, yang melampaui kebiasaan para pesepak bola profesional pada umumnya.
"Di sana ibu saya menempuh kilometer yang cukup banyak, jadi kemudian saya menjualnya," ujar Malen saat menjelaskan alasan menjual BMW M3 generasi G80 miliknya sebelum beralih ke model M3 CS Touring dalam wawancara bersama Autovisie.
Koleksi utama yang paling ia banggakan bukanlah supercar modern, melainkan sebuah BMW E30 langka varian 320is yang ia temukan hingga ke Rumania.
"Saya rasa mobil M3 yang normal agak terlalu mahal," kata Malen mengenai alasannya memilih model tiruan M3 yang legendaris tersebut.
Hasrat berburu mobil langka ini diakui Malen sering kali menyita waktunya di sela-sela aktivitas sebagai pemain sepak bola profesional.
"Jika kami sedang menjalani pertandingan tandang, beberapa orang menonton Netflix, tetapi saya justru melihat AutoScout," tutur Malen sambil tertawa.
Selain BMW 320is, garasi rahasia milik pemain berusia 27 tahun ini juga menampung Ferrari 458 Spider, Porsche 911 GT3 Touring, Toyota GR Yaris, hingga Mercedes 190E.
"Saya sangat bangga dengan semua mobil yang saya miliki di sini. Semuanya memiliki cerita," ucap Malen mengenai deretan kendaraan roda empat koleksinya.
Kecanduan Malen terhadap situs jual beli kendaraan ini diakuinya sudah berada di tahap yang sangat intens dibandingkan rekan-rekan seprofesinya.
"Beberapa orang menonton Netflix, tetapi saya hanya melihat AutoScout di ponsel saya. Saya rasa ada banyak pesepak bola dengan gairah terhadap mobil, tetapi yang se-ekstrem saya sepertinya sangat sedikit," ujar Malen seperti dilansir dari Soccernews.
Kecintaannya pada kecepatan tidak hanya sebatas mengoleksi, melainkan juga keinginan untuk menguasai teknik berkendara tingkat lanjut di lintasan.
"Saya bisa menyetir dengan baik, tetapi saya juga masih ingin belajar drifting," kata Malen menambahkan.
Awal mula kegilaan Malen terhadap mobil sport mewah diakuinya dipicu oleh mantan agennya, mendiang Mino Raiola, saat ia masih berusia remaja.
"Ketika saya berusia sembilan belas tahun, saya diizinkan mengendarai Ferrari milik Mino Raiola. Saat itu saya merasa: ini sangat spesial. Ketika saya sudah punya uang, saya juga membeli satu. Dia benar-benar menulari saya dengan hal itu," tutur Malen mengenang masa lalunya.
Kendati demikian, kecintaannya pada mobil sport juga pernah berujung pada insiden buruk di jalan raya saat ia baru pindah ke Italia.
"Mau dengar sesuatu? Ada satu mobil di sini yang tidak selamat. Mobil itu masih hidup, tetapi saya sangat sial. Saya baru memilikinya selama tiga minggu, tetapi itu memang kesalahan saya sendiri," ucap Malen mengakui kecelakaan yang dialaminya.
Ia menjelaskan bahwa ketidakpahamannya terhadap rambu lalu lintas setempat menjadi penyebab utama kecelakaan fatal tersebut.
"Di Italia rambu-rambunya terkadang tidak terlalu jelas dan saya tidak tahu jalannya. Saya terus berkendara dan tiba-earth saya sadar: ini adalah persimpangan… tetapi saat itu sudah terlambat," kata Malen merinci kronologi insiden tersebut kepada FCUpdate.
Selain otomotif, penyerang timnas Belanda ini juga membagikan hobi lainnya di bidang musik elektronik yang sedang ia tekuni saat ini.
"Saya benar-benar seorang pencinta musik house. Belum lama ini saya juga belajar sedikit menjadi DJ. Apakah saya ingin menjadi DJ setelah karier saya, saya tidak tahu.
Saya rasa saya belum sejauh itu, tetapi saya sangat suka melakukannya. Apakah saya punya keberanian untuk benar-benar bermain di depan orang-orang, saya belum tahu, tetapi saya terutama sangat menyukainya," ujar Malen menutup sesi wawancara.