DPD RI Perpanjang Pendaftaran DPD RI Awards 2026 hingga 23 Agustus
DPD RI memperpanjang masa pendaftaran DPD RI Awards 2026 hingga Minggu, 23 Agustus 2026, agar masyarakat masih berkesempatan mengusulkan tokoh inspiratif dari daerah masing-masing.
Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, mengatakan perpanjangan ini dilakukan karena tingginya antusiasme masyarakat dari berbagai daerah yang ingin berpartisipasi namun masih sedang menyiapkan dokumen pendaftaran.
"Kami melihat antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi dalam DPD RI Awards 2026 ini luar biasa tinggi. Kami menerima banyak masukan bahwa masih banyak warga di daerah yang baru mengetahui informasi ajang ini dan sedang berpacu merapikan dokumen serta berkas pendaftarannya," ujar Sultan, Jumat (21/8/2026).
Sultan menegaskan bahwa DPD RI ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya agar tidak ada penggerak perubahan di daerah yang terlewat karena keterbatasan waktu penyiapan berkas.
"DPD RI adalah rumah bagi daerah. Kami ingin memberikan ruang seluas-luasnya agar tak ada satu pun penggerak perubahan di pelosok negeri yang kehilangan kesempatan untuk diresmikan kiprahnya. Karena itu, pendaftaran resmi kami perpanjang hingga 23 Agustus agar seluruh dokumen pendukung dapat disiapkan secara optimal," tambahnya.
Antusiasme publik terlihat dari lonjakan jumlah pendaftar. Hingga pukul 10.16 WIB hari ini, tercatat 1.037 usulan masuk, meningkat signifikan dibandingkan 2025 yang hanya 668 usulan, dilansir dari Detikcom.
DPD RI Awards 2026 memberikan penghargaan di empat bidang utama dan satu kategori khusus, yaitu Inovator Pendidikan Non-Formal, Inovator Teknologi Kesehatan, Penggerak Desa Mandiri Pangan, Pelestari Budaya Daerah, dan Special Recognition Awards untuk kontribusi berkelanjutan.
Sultan menjelaskan ajang ini sebagai penghormatan bagi figur-figur inspiratif di daerah yang berkontribusi nyata pada pembangunan Indonesia.
"Melalui ajang ini, DPD RI ingin mempertegas bahwa kekuatan pembangunan Indonesia bertumpu pada inisiatif dan kerja keras masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, bukan hanya pada pusat pemerintahan dan kota-kota besar," tegas Sultan.