DPR Desak Kementerian Pariwisata Tambah Anggaran Desa Wisata
Anggota Komisi VII DPR RI Rico Sia mendesak Kementerian Pariwisata untuk menambah alokasi anggaran pengembangan desa wisata dalam rapat kerja bersama Menteri Pariwisata pada Kamis (18/6).
Langkah penambahan anggaran tersebut dinilai mendesak karena ruang fiskal pemerintah desa saat ini semakin sempit akibat pengalihan dana untuk program lain seperti koperasi desa, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz.
Rico Sia menyatakan bahwa pengembangan sektor ini seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah pusat mengingat besarnya dampak ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
"Kan selalu saya sampaikan di sini bahwa desa wisata itu sudah harga mati, Bu. Tapi Ibu juga enggak menganggarkan di sini. Sangat kecil sekali desa wisata itu," kata Rico Sia, Anggota Komisi VII DPR RI.
Kondisi keuangan desa yang terbatas membuat stimulus dari Kementerian Pariwisata sangat dibutuhkan, terlebih rata-rata sisa anggaran pemerintah desa saat ini hanya berkisar Rp300 juta per tahun.
Sebagai solusi, Rico mengusulkan skema stimulus sebesar Rp500 miliar agar 50 anggota Komisi VII dapat mengajukan pengembangan masing-masing minimal 10 desa wisata di daerah pemilihan mereka.
"Itu bisa menstimulus luar biasa, Bu. Pergerakan devisa yang masuk ke desa itu luar biasa. Itu kan cuma setengah hari MBG, Rp500 miliar itu," ujar Rico Sia, Anggota Komisi VII DPR RI.
Merespons usulan tersebut, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan bahwa pemerintah terus melakukan peningkatan kapasitas, khususnya pada desa wisata yang telah masuk kategori mandiri.
Data kementerian menunjukkan jumlah desa wisata kategori maju tumbuh dari 319 desa pada 2025 menjadi 329 desa pada 2026, sementara kategori berkembang meningkat dari 997 menjadi 1.016 desa pada tahun ini.
Pertumbuhan ini juga terlihat pada 50 desa penerima Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 yang mencatatkan kenaikan kunjungan wisatawan sebesar 14,93% pada 2024 dan melonjak hingga 44,81% pada 2025 dengan total pergerakan mencapai 2,3 juta perjalanan.
Peningkatan jumlah wisatawan tersebut secara langsung mendongkrak pendapatan sektor pariwisata di 50 desa ADWI dari Rp38,48 miliar pada 2023 menjadi Rp46,5 miliar pada 2024, sebelum akhirnya kembali meningkat sebesar 29,41% pada 2025.