DPR Dorong Pemanfaatan Trase Bypass Bukittinggi Salurkan Tol Sumbar
Pemanfaatan kembali trase Bypass Bukittinggi didorong sebagai solusi mempercepat pembangunan jalan tol sekaligus mengurai kemacetan di Sumatera Barat, sebagaimana disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade pada Kamis (20/8/2026) lalu, dilansir dari Detikcom.
Opsi ini diambil untuk menjembatani aspirasi masyarakat yang memicu dinamika pro dan kontra terkait proyek infrastruktur tersebut. Pemerintah pusat bersama pemangku kepentingan terkait terus mengkaji skema terbaik agar pembangunan tetap berjalan tanpa merugikan warga.
"Kita memahami, kita mendengarkan aspirasi dari berbagai kelompok masyarakat, baik yang pro maupun kontra. Untuk itu pihak Balai Jalan Nasional, Kementerian PU, dan juga Hutama Karya mencoba mencari alternatif terbaik bagaimana jalan tol ini bisa tetap kita eksekusi, tapi bisa memenuhi harapan masyarakat dan tidak mengganggu masyarakat," kata Andre, Sabtu (22/8/2026).
Trase bypass milik Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang telah direncanakan puluhan tahun tersebut belum sempat terealisasi akibat kendala pembebasan lahan dan konstruksi fisik. Jalur ini nantinya disiapkan untuk menjadi pintu keluar atau exit tol Bukittinggi.
"Kami ada solusi, karena trase itu sudah ada. Nanti tol ini akan kita dorong melewati trase tol. Jadi exit tol Bukittinggi itu nanti mempergunakan trase bypass yang ada," ujarnya.
Pemerintah pusat dan PT Hutama Karya dialokasikan untuk membantu pembebasan lahan sepanjang enam kilometer. Lahan tersebut akan langsung dibangun menjadi jalur bypass yang terhubung langsung dengan tol.
"Untuk membebaskan lahan bypass yang sudah ada trase, tapi belum dibebaskan oleh pemerintah provinsi, itu nanti akan menggunakan dana pembebasan lahan tol. Kita akan bebaskan tambahan jalan itu sekitar 6 kilometer dan kita bangunkan langsung bypass itu," katanya.
Melalui pengintegrasian ini, ketersediaan akses tol dan jalan bypass dapat diwujudkan secara beriringan.
"Jadi dapat dua. Tolnya dapat, bypass-nya pun dapat," tegasnya.
Keberadaan jalur ini diyakini mampu memurai titik kemacetan di jalan nasional, terutama di area Padang Luar, sekalipun proyek pembangunan flyover di kawasan tersebut batal dilaksanakan.
"Sehingga meskipun flyover Padang Luar tidak dibangun, kalau bypass ini bisa kita bangun, karena trase-nya sudah ada, insyaallah kemacetan bisa kita urai," ujarnya.
Guna mematangkan rencana teknis tersebut, agenda pembahasan bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), PT Hutama Karya, Pemkab Agam, dan Pemprov Sumbar dijadwalkan berlangsung pada 8 September 2026.
"Kami berencana tanggal 8 September akan mengundang Pak Andi sebagai Kepala Balai Jalan Nasional, kemudian Hutama Karya, Bupati Agam dan jajaran, serta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan jajaran untuk membahas trase bypass yang sudah ada ini," katanya.
Langkah ini dianggap efisien karena menyelesaikan permasalahan pembebasan lahan, aksesibilitas tol, dan kemacetan lalu lintas secara berbarengan.
"Ini sekali mendayung, dua-tiga pulau terlewati. Kita mendapatkan solusi soal tol, yang kedua bypass yang selama ini menjadi angan-angan bisa kita bebaskan lahannya dan kita bangunkan enam kilometer," ujarnya.
Dukungan dari pemerintah daerah sangat diharapkan agar tahap persiapan dapat berjalan sesuai target sebelum memasuki masa konstruksi awal tahun depan.
"Kita masih berkeyakinan tahun ini prosesnya masih bisa dimulai. Kita tentu berharap akhir tahun ini persiapan sudah dimulai sehingga awal tahun bisa dimulai dibangun," ujarnya.
Proses sosialisasi dan komunikasi intensif di lapangan terus dipacu guna memastikan pelaksanaan proyek infrastruktur ini dapat diterima oleh semua pihak.
"Kita kerja terus, sosialisasi di lapangan, berkomunikasi di lapangan dan melihat berbagai alternatif solusi. Alhamdulillah, solusi sudah ada yang saya rasa sangat komprehensif," katanya.
Penggunaan alokasi dana pembebasan lahan tol menjadi skema utama agar proyek tidak perlu menunggu anggaran APBN reguler.
"Kalau menunggu APBN kan lama. Ini ada dana pembebasan lahan tol, itu yang kita akan pakai. Jadi dapat dua nih, tolnya dapat, bypass-nya pun dapat," tutup Andre.