DPR Kritik Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Masih Rendah
Komisi VII DPR RI menyoroti kinerja sektor pariwisata Indonesia yang dinilai masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara ASEAN dalam menarik kunjungan wisatawan mancanegara saat rapat kerja di Jakarta, Rabu (17/6).
Kritik terhadap pencapaian pariwisata tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi VII DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo kepada Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz. Yoyok menyebutkan bahwa posisi Indonesia berada di peringkat kelima di kawasan Asia Tenggara untuk urusan kunjungan turis asing.
"Saudara Menteri, ini sangat bangga kalau kita nomor dua setelah Malaysia. Cuma ditopang oleh kunjungan wisata dalam negeri. Faktanya, kunjungan wisman ke Indonesia di negara ASEAN saja kita nomor lima loh, Bu, nomor lima. Paling buncit itu," kata Yoyok Riyo Sudibyo, Anggota Komisi VII DPR RI.
Pencapaian tersebut dinilai tidak sebanding dengan potensi destinasi unggulan milik Indonesia yang sudah dikenal dunia seperti Bali, Raja Ampat, Labuan Bajo, Borobudur, hingga Lombok. Yoyok menjelaskan salah satu penghambat utama bagi turis asing adalah tingginya harga tiket penerbangan domestik menuju lokasi wisata tersebut.
"Bagaimana dari Singapura ke Bangkok itu jauh lebih murah dibandingkan dengan dari Jakarta ke Raja Ampat?" ujar Yoyok Riyo Sudibyo, Anggota Komisi VII DPR RI.
Selain masalah biaya transportasi udara, akses darat menuju lokasi wisata seperti perjalanan berjam-jam dari Bandara Silangit ke Danau Toba juga menjadi catatan. Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata diminta memperkuat koordinasi lintas lembaga untuk memperbaiki konektivitas dan mendorong pelonggaran kebijakan visa bagi turis asal China, India, serta Timur Tengah.
"Malaysia dan Thailand ini visanya longgar banget, bahkan bisa dibilang open visa bagi China dan India. Oleh karenanya saya sarankan visa untuk India, China dan Timur Tengah cobalah diperlonggar," kata Yoyok Riyo Sudibyo, Anggota Komisi VII DPR RI.
Tanggapan lain juga datang dari internal parlemen terkait situasi yang dihadapi oleh kementerian tersebut. Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta Menteri Pariwisata tetap optimistis dan menjaga semangat kerja meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran untuk tahun 2027.
"Harapan saya Bu Menteri berhasil. Bu Menteri harus tetap semangat, kalau tidak semangat bagaimana? Ini kelihatannya kalau dengan anggaran begini malah tidak semangat," kata Saleh Partaonan Daulay, Ketua Komisi VII DPR RI.
Saleh menambahkan agar situasi pembahasan anggaran tidak memicu salah tafsir, pihak kementerian diharapkan tetap menunjukkan sikap yang positif. Dukungan penuh dipastikan tetap mengalir dari legislatif terhadap program-program pariwisata nasional.
"Ibu harus banyak senyum, banyak bergembira, senang, happy. Supaya orang tidak salah tafsir ini. Kami dukung dari awal itu, tidak pernah Komisi VII tidak mendukung," ujar Saleh Partaonan Daulay, Ketua Komisi VII DPR RI.