DPR Soroti Rencana Menteri ESDM Hidupkan Program Kompor Listrik
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyoroti rencana Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang akan menghidupkan kembali program konversi kompor listrik atau induksi pada tahun 2027, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz pada Kamis (18/6/2026).
Kritik tersebut disampaikan karena program konversi secara masif otomatis bakal mendongkrak konsumsi listrik nasional secara signifikan, sementara mayoritas pelanggan rumah tangga di Indonesia masih berada di golongan daya 450 VA dan 900 VA.
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto mengingatkan pemerintah agar mewaspadai kesiapan infrastruktur pasokan daya sebelum mengeksekusi kebijakan tersebut secara massal.
"Elektrifikasi yang masif tentu akan meningkatkan kebutuhan listrik nasional. Pertanyaannya adalah bagaimana memastikan pasokan listrik yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut," kata Sugeng Suparwoto, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI di Gedung Nusantara pada Rabu (17/6/2026).
Di sisi lain, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran khusus mencapai Rp815,56 miliar untuk meluncurkan alat memasak dengan teknologi terbaru ini.
"Sebenarnya dahulu sudah pernah mau diimplementasikan. Ada model kompor listrik yang model baru. Jadi memang makin ke sini ada teknologi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan teknologi kompor listrik yang lama," kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM pada Senin (15/6/2026).
Kementerian ESDM saat ini juga sedang melakukan kajian mendalam untuk menakar efektivitas dari pembaruan perangkat memasak tersebut bagi masyarakat pengguna.
"Nah, kita juga sekarang sedang lagi melakukan penataan terhadap seberapa besar sih perbedaan positif dari kompor listrik lama dengan kompor listrik baru," tambah Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.
Sementara itu, Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menjelaskan bahwa formulasi program konversi ini masih berada dalam tahap penggodokan intensif.
"Belum sejauh itu, kompor listrik itu baru mau dikonsepkan dulu. Kita masih berhitung, makanya tadi anggaran memang sudah ada indikatornya. Namun, kita baru mau diskusi dengan Bappenas, karena sekarang paralel sedang melakukan kajian untuk konversi kompor listrik," ujar Eniya Listiani Dewi, Dirjen EBTKE Kementerian ESDM.
Pemerintah sejauh ini belum menetapkan wilayah mana yang akan menjadi prioritas penyaluran karena masih harus berdiskusi dengan PT PLN (Persero).
"Belum tahu [terkait dengan penyaluran]. Ini nanti kan kalau pengguna kompor listrik, pasti tempat yang listriknya stabil. Itu kan salah satu kriteria yang mudah kita prediksi ya, lalu tempat yang mungkin surplus listrik dalam satu sistem. Kita sedang bahas dengan PLN juga," jelas Eniya Listiani Dewi, Dirjen EBTKE Kementerian ESDM.