Drama Korea Teach You a Lesson Angkat Kasus Perundungan Nyata
Drama Korea berjudul "Teach You a Lesson" sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sinema. Serial garapan sutradara Lee Nam Kyu dan Hong Jong-Chan ini menarik perhatian karena mengusung alur intens dengan tema yang cukup unik. Kisah dalam drama ini menyoroti Biro Perlindungan Hak Pendidikan (ERPB), sebuah lembaga pemerintah fiktif.
ERPB dibentuk setelah sekolah-sekolah dinilai kehilangan kemampuan dalam mengatasi kekerasan, pelanggaran, serta pelecehan. Setiap episode menampilkan problem yang berbeda, mulai dari perundungan konvensional, perundungan siber, hingga kesewenang-wenangan orang tua murid terhadap guru. Meski lembaganya fiktif, kasus-kasus yang diangkat terasa sangat dekat dengan realitas sosial.
Tingginya atensi penonton diduga berkaitan erat dengan maraknya fenomena perundungan di Korea Selatan. Seperti dikutip dari Detikcom melalui data Asia News Network, Kementerian Pendidikan Korea Selatan pada awal 2025 menemukan bahwa 2,5% siswa menjadi korban perundungan, naik 2,1% dari tahun sebelumnya.
Kasus tertinggi tercatat di tingkat sekolah dasar dengan angka 5%, diikuti sekolah menengah pertama sebesar 2,1%, dan sekolah menengah atas sebanyak 0,7%. Walau kekerasan fisik dan verbal menurun, persentase perundungan langsung serta perundungan siber terus mengalami peningkatan. Laporan dari Dojeon Media mengungkapkan terdapat beberapa peristiwa nyata di Korea Selatan yang memiliki kemiripan kuat dengan kisah dalam serial "Teach You a Lesson".
1. Tragedi Guru Sekolah Dasar Seoi
Seorang guru perempuan berusia 20-an ditemukan meninggal dunia di sebuah SD di Distrik Seocho, Seoul, pada tahun 2023 silam. Rekan kerja dan organisasi profesi mengungkapkan bahwa mendiang kerap menerima tekanan berat dari orang tua murid saat menyelesaikan konflik di kelas.
Peristiwa tragis ini memicu perdebatan nasional mengenai hak-hak pendidik di sekolah. Gelombang protes besar kemudian terjadi demi menuntut reformasi sistem pendidikan dan perlindungan hukum yang lebih kuat bagi guru.
2. Tuduhan Palsu di Busan
Seorang guru laki-laki di sekolah menengah khusus perempuan di Busan sempat dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual terhadap siswinya. Guru yang awalnya memiliki reputasi positif tersebut terseret dalam tuduhan yang merusak karier serta kehidupan pribadinya setelah menjalin komunikasi emosional dengan seorang siswi bermasalah di luar jam sekolah.
3. Penyalahgunaan Obat Belajar
Tingginya kompetisi akademik di Korea Selatan memaksa para pelajar menempuh berbagai cara demi meraih nilai tertinggi. Sebagian siswa nekat mengonsumsi obat peningkat fokus yang dilarang oleh pemerintah, sehingga memicu kekhawatiran dan perdebatan di kalangan medis serta pembuat kebijakan.
4. Perundungan Berkedok Wi-Fi
Episode ke-9 dalam drama menampilkan pemaksaan berbagi koneksi internet dan akun game. Fenomena ini pernah terjadi pada tahun 2012, di mana sekelompok pelaku memaksa korban membeli paket data seluler tak terbatas yang mahal agar pelaku bisa menikmati koneksi internet gratis di sekolah.
5. Pencurian Mobil oleh Remaja
Kisah kriminalitas remaja juga bersumber dari kejadian nyata pada tahun 2020 di Seoul. Kala itu, seorang anak laki-laki berusia 13 tahun bersama tujuh remaja lainnya mencuri sebuah mobil sewaan, lalu menabrak pengendara sepeda motor berusia 18 tahun hingga tewas saat dikejar polisi.