Pakar Edukasi Nutrisi Anak di Tunjungan Plaza Surabaya
Edukasi mengenai optimalisasi kecerdasan anak melalui asupan nutrisi dan pola asuh digelar dalam acara talkshow di Atrium Tunjungan Plaza 6, Surabaya, pada Sabtu (20/6/2026). Acara yang dilansir dari Detik Health ini menghadirkan dokter spesialis anak dan momfluencer untuk memberikan panduan langsung kepada para orang tua.
Fase perkembangan anak dinilai memiliki tantangan tersendiri yang berlangsung sejak lahir hingga menginjak usia 18 tahun. Pemenuhan nutrisi yang tepat menjadi bahan bakar utama dalam memastikan pertumbuhan anak berjalan optimal secara fisik maupun psikis.
"Setiap fase perkembangan anak, dia punya keunikan sendiri-sendiri. Kalau ibunya lagi fase MPASI mesti bingung soal GTM (Gerakan Tutup Mulut). Setelah itu, sebetulnya tantangan paling susah lagi di balik GTM adalah ketika remaja," kata dr. Nurita Alami, Sp.A, Dokter Spesialis Anak.
Persiapan bagi remaja memerlukan kondisi fisik dan psikis yang sehat, termasuk mencegah anemia pada remaja putri sebelum menikah. Langkah ini dilanjutkan dengan pemenuhan gizi pada 1,000 hari pertama kehidupan hingga anak berusia 2 tahun.
"Berikan nutrisi yang terbaik. Kalau kita bicara otak, ya jangan lupa zat besi, Omega 3&6, dan DHA. Kemudian stimulasi dan kasih sayang.
Orang tua harus terlibat dan berkomunikasi. Di mana pun walaupun anak kita belum bisa mengeluarkan kata-kata, kita bisa mengajak dia untuk berkomunikasi, walaupun dia cuma ah-eh-ah-eh. Itu sudah bisa diajak komunikasi," jelas dr.
Nurita Alami, Sp.A.
Selain asupan nutrisi, orang tua diimbau memberikan imunisasi rutin agar berat badan anak tumbuh dengan baik. Komunikasi dua arah juga penting diterapkan dengan cara menghargai setiap pendapat yang diutarakan oleh anak.
"Kemudian, kalau anak itu sudah bisa mengutarakan pendapatnya, hargai apa yang mereka sampaikan sekecil apa pun. Dengarkan, dan kalau memang kita tidak sependapat atau tidak setuju, maka berikan alasan yang tepat untuk meng-counter pendapat mereka," tutur dr. Nurita Alami, Sp.A.
Pembahasan mengenai pola asuh juga melibatkan peran aktif kedua orang tua dalam membagi tugas dan waktu. Ayah dan ibu diharapkan mendampingi perkembangan anak serta memilah aktivitas yang sesuai dengan minat mereka.
"Kemudian juga kita mengikuti perkembangan anak, memilihkan aktivitas yang anaknya suka dan cocok. Kalau anak saya ini hampir semua kegiatan suka. Jadi, saya juga ikut bingung mau dilesin apa, kegiatan apa. Cuma pada akhirnya, kita tetap seleksi juga, memilih yang tepat dan yang cocok apa sama anak kita," kata Sherly Lembono, Momfluencer.
Di samping menjaga kebersamaan dengan anak, orang tua disarankan meluangkan waktu untuk diri sendiri atau me time. Hal ini diperlukan guna mengelola stres dan memulihkan energi selama menjalani proses pengasuhan.
"Pasti kayak ada fase tantrum, mereka rewel, marah. Nah, kita harus meluangkan waktu juga untuk me time, cari waktu kita suka apa. Kayak kita misal suka ke salon, olahraga, jalan-jalan, shopping, atau apa pun, meditasi, yoga, hadirkan semua.
Kita ambil waktu kayak sebulan sekali kalau bisa, atau kalau boleh lagi sama ayahnya, ibunya komunikasi seminggu sekali, atau apa pun gitu. Jadi, energi kita kayak full lagi, terisi. Jadi, kita benar-benar punya quality time, enggak suntuk, stres," pungkas Sherly Lembono.
Rangkaian acara Frisian Flag 'Temani Langkahmu, Kini dan Nanti' ini berlangsung selama tiga hari pada 19-21 Juni 2026. Kegiatan tersebut menyediakan empat station interaktif, area bermain virtual, parade anak, hingga panggung hiburan tari tradisional Jawa Timur.