Ellita Sevilla Raih Predikat Wisudawan Terbaik Unpad

Share

Ellita Sevilla resmi meraih predikat wisudawan sarjana terbaik Universitas Padjadjaran (Unpad) pada prosesi wisuda Selasa (4/8/2026). Dilansir dari Detikcom, lulusan program studi Teknologi Pangan tersebut berhasil menyelesaikan pendidikan S1 dalam rentang waktu tujuh semester.

Selain mencatatkan prestasi akademik berindeks prestasi tinggi, Ellita menyelesaikan masa studi lebih cepat sambil aktif mengelola usaha serta terlibat dalam sejumlah organisasi kemahasiswaan. Pengalaman berorganisasi yang dijalaninya meliputi Staf Departemen Kewirausahaan HIMATIPAN, Staf Divisi Pengembangan Proyek Kautamaan Srikandi, Staf Departemen Kreatif Acara FOODERATION, hingga Staf Departemen Acara SPEKTALYMPIC.

Penataan jadwal yang disiplin menjadi kunci utama Ellita dalam menjaga keseimbangan antara tanggung jawab akademis dan kegiatan di luar kelas.

"Tetapi sejak awal saya memiliki prinsip bahwa tanggung jawab akademik tetap menjadi prioritas utama. Jadi agar aktivitas organisasi tidak mengganggu prestasi akademik, saya membiasakan diri untuk mengatur waktu dengan baik, seperti selalu menyusun jadwal yang berisi deadline tugas dan jadwal organisasi," kata Ellita.

Riset tugas akhirnya berfokus pada formulasi chocolate spread dengan judul skripsi "Application of Red Palm Oil Oleogel Structured With Beeswax, Carnauba Wax, and Whey Protein Isolate in Chocolate Spread". Penelitian tersebut saat ini sedang disiapkan untuk publikasi ilmiah skala internasional.

"Saat ini, naskah sedang dalam proses revisi dan ditargetkan untuk dipublikasikan di jurnal Food Research International," ujar Ellita.

Aktivitas wirausaha Ellita dimulai sejak masa sekolah menengah atas saat pandemi COVID-19 berlangsung. Ia memulainya dengan memproduksi pastry bersama sang kakak hingga berkembang menjadi unit usaha Ellpastries.

"Ellpastries berawal dari hobi saya membuat pastry, terutama saat pandemi Covid-19. Awalnya hanya membuat untuk keluarga, tetapi karena responsnya sangat positif maka saya dan kakak mencoba menjualnya sebagai usaha kecil," kata Ellita.

Penerapan materi perkuliahan Teknologi Pangan diakui memberikan dampak langsung terhadap kualitas dan manajemen operasional bisnis kuliner yang ia jalankan.

"Ilmu Teknologi Pangan yang saya pelajari sangat membantu menjalankan bisnis ini, mulai dari pengembangan resep, menjaga mutu dan keamanan produk, hingga menentukan umur simpan dan kualitas produk agar tetap konsisten," jelas Ellita.

Pengalaman kerja lepas sebagai penterjemah teks bahasa Mandarin mendorongnya mendirikan lini bisnis kedua berupa penyediaan kelas pelatihan bahasa luar negeri.

"Setelah lulus dari Teknologi Pangan Unpad, saya berencana untuk terus mengembangkan kelas Bahasa Mandarin yang saya kelola, yaitu @haolamandarin," tutur Ellita.

Ellita juga tercatat pernah meraih juara ketiga dalam kompetisi Business Plan. Ia berkomitmen meneruskan pengembangan seluruh unit usahanya memanfaatkan bekal keilmuan yang telah didapat.

"Saya juga ingin mengembangkan Ellpastries dengan menerapkan ilmu yang saya pelajari di Teknologi Pangan, seperti pengembangan produk, peningkatan mutu dan keamanan pangan, serta memperluas skala usaha. Harapannya, kedua bidang yang saya tekuni dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas," ujar Ellita.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author