Elon Musk Diskusikan Rencana Merger SpaceX dan Tesla

Share

Potensi penggabungan antara SpaceX dan Tesla kini tengah mencuat dan berpeluang memperbesar kendali Elon Musk atas kedua korporasi tersebut. Saham SpaceX sendiri diprediksi bakal memulai perdagangan perdananya dalam jangka waktu dua pekan mendatang.

Langkah ini mengikuti pencapaian nilai valuasi pasar privat SpaceX yang menembus USD 1,25 triliun pada awal tahun ini setelah bersatu dengan xAI. Dilansir dari Detik iNET, kapitalisasi pasar Tesla saat ini berada pada kisaran USD 1,6 triliun.

Kedua perusahaan teknologi ini diketahui kerap berbagi sumber daya dalam operasional mereka. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa Musk telah membicarakan opsi peleburan ini bersama para koleganya.

Sentimen mengenai penggabungan ini juga dirasakan di internal perusahaan. Seorang karyawan aktif Tesla mengungkapkan bahwa banyak pekerja senior sudah menduga transaksi kerja sama ini pada akhirnya akan terealisasi.

Secara kasat mata, korporasi peluncur roket dan produsen otomotif listrik terlihat tidak memiliki kesamaan operasional. Meski demikian, kedua lini bisnis tersebut kini semakin terfokus pada pengembangan kecerdasan buatan (AI) serta pemanfaatan talenta dan infrastruktur komputasi.

Alokasi dana besar menjadi bukti keseriusan ini, di mana lebih dari tiga perempat modal kuartal pertama SpaceX sebesar USD 10,1 miliar dialokasikan untuk sektor AI. Di sisi lain, Tesla mengumumkan peningkatan belanja modal hingga tiga kali lipat tahun ini hingga melampaui USD 25 billiar.

"Tesla harus menjalankan sistem AI yang kuat di kendaraan. Sementara SpaceX harus memikirkan komputasi di orbit," ujar Tomasz Tunguz.

Kolaborasi komputasi dan finansial antarperusahaan Musk sejatinya sudah berjalan lama. Pada Januari lalu, Tesla menanamkan investasi senilai USD 2 miliar di xAI, yang kemudian aset sahamnya berpindah menjadi milik SpaceX setelah merger sebulan setelahnya.

Dokumen prospektus SpaceX mencatat adanya transaksi pembelian sistem penyimpanan energi baterai Megapack Tesla senilai USD 697 juta sepanjang 2024 dan 2025. Infrastruktur tersebut dimanfaatkan secara khusus untuk menyokong daya pusat data milik xAI.

SpaceX juga dilaporkan menggelontorkan dana sebesar USD 131 juta untuk pengadaan unit Tesla Cybertruck pada tahun 2025. Kerja sama lain meliputi jual beli perangkat surya, komponen mobil, sewa jet pribadi, hingga pengembangan material logam khusus Cybertruck.

Sinergi ini membuat para pemasok global kerap melihat jaringan bisnis Musk sebagai satu entitas konsumen raksasa. Sebagai contoh, Nvidia bersedia mengalihkan pesanan GPU senilai USD 500 juta dari Tesla ke xAI pada tahun 2024 atas permintaan langsung Musk.

Dari kacamata hukum, para pakar menilai merger ini tidak akan memicu regulasi antimonopoli, namun berpotensi memicu kekhawatiran bagi pemegang saham. Penentuan korporasi induk serta mekanisme pertukaran saham akan menjadi proses birokrasi yang rumit.

Kendati demikian, Musk dipastikan tidak akan menemui kendali berarti dari jajaran dewan direksi SpaceX. Hal ini dikarenakan sang miliarder memegang penuh 85% hak suara dalam perusahaan antariksa tersebut.

Penyatuan ini dinilai akan memberikan keuntungan terbesar bagi Musk dalam mewujudkan visinya. CEO Gerber Kawasaki, Ross Gerber, menilai langkah merger ini mempermudah Musk mengonsolidasikan dana besar guna menandingi kekuatan AI perusahaan raksasa seperti Google.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author