Elon Musk Rencanakan Perluasan Starlink hingga 100.000 Satelit
CEO SpaceX, Elon Musk, mengumumkan rencana meningkatkan jumlah satelit Starlink dari 10.000 menjadi lebih dari 100.000 untuk komunikasi global, yang disampaikan dalam perbincangan dengan CEO JP Morgan, Jamie Dimon, belum lama ini, menurut detikINET.
Rencana ini juga mencakup peluncuran konstelasi satelit generasi terbaru V3 yang dijadwalkan mengorbit akhir tahun ini menggunakan roket Starship. Saat ini, lebih dari 15.000 satelit Starlink aktif di orbit.
Musk menyatakan SpaceX memasuki fase pertumbuhan signifikan yang memerlukan modal besar, termasuk peluncuran data center di orbit yang dapat mencapai 1 juta satelit. Satelit V3 disebut memiliki kemampuan 10 hingga 20 kali lebih canggih dibandingkan versi sebelumnya.
"Versi 3, tergantung bagaimana Anda menghitungnya, kemampuannya 10 hingga 20 kali lipat lebih canggih daripada satelit versi 2," ujar Elon Musk.
Satelit V3 dirancang menawarkan kecepatan internet gigabit dengan tiga chip canggih, meningkatkan bandwidth hingga 100 kali lipat dan mengurangi latensi berkat orbit yang lebih rendah.
"Saya rasa ini benar-benar akan menjadi sarana komunikasi dengan bandwidth tertinggi dan latensi terendah. Masa depan AI dan robot pada kenyataannya akan perlu jauh lebih banyak bandwidth dari yang kita gunakan saat ini," kata Musk mengenai Starlink V3.
Belum jelas apakah target 100.000 satelit mencakup layanan Starlink Mobile yang melayani ponsel, yang saat ini memiliki sekitar 650 satelit langsung ke ponsel dan permohonan untuk 15.000 satelit baru diajukan ke regulator AS.
Presiden SpaceX, Gwynne Shotwell, sebelumnya memperkirakan jumlah satelit Starlink tidak akan melebihi 15.000 hingga 20.000 unit.
"Saya tidak berpikir kita akan punya lebih dari 15.000 atau 20.000 satelit Starlink," kata Gwynne Shotwell.
Starlink menjadi sumber pendapatan utama SpaceX, yang kini harus menunjukkan hasil keuangan kuat setelah perusahaan melantai di bursa saham. Ekspansi signifikan ini bisa meningkatkan kapasitas jaringan, memungkinkan layanan bagi lebih banyak pengguna.
CEO JP Morgan menyinggung kemungkinan Starlink suatu saat bisa menggantikan kabel internet bawah laut sebagai infrastruktur komunikasi utama.
Jumlah pelanggan aktif Starlink saat ini telah melampaui 12 juta. Namun, rencana ekspansi ini mendapat kritik dari kelompok lingkungan dan astronom yang khawatir akan dampak polusi cahaya dan kerusakan ozon.
Untuk meluncurkan 100.000 satelit, SpaceX harus mendapat persetujuan dari regulator AS yang saat ini membatasi jumlah satelit Starlink pada angka 19.400.