Tiga Puluh Emiten Bursa Efek Indonesia Bagikan Dividen Tunai Pekan Ini

Share

Sebanyak 30 emiten di Bursa Efek Indonesia bersiap membagikan dividen tunai tahun buku 2025 pada pekan pendek yang berlangsung sejak Rabu (17/6/2026) hingga Jumat (19/6/2026). Langkah korporasi berskala besar ini menjadi perhatian pasar karena berpotensi mengalirkan likuiditas segar di tengah fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan.

Dilansir dari Investasi, jadwal cum date pada hari Rabu (17/6/2026) meliputi emiten KBLM sebesar Rp7 per saham, TLKM senilai Rp222,08, ELSA sebesar Rp44,29, OMED senilai Rp4,08, PTSN sebesar Rp7,07, dan ISSP senilai Rp20 per saham. Sementara itu, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) menjadwalkan cum dividen final sebesar Rp86,69 per saham pada 19 Juni 2026, setelah mencatat kenaikan laba bersih sebesar 20,87 persen sepanjang tahun 2025.

Musim pembagian dividen ini dinilai para analis sebagai sentimen pendukung pergerakan pasar saham, meskipun para pemodal tetap harus mengantisipasi risiko penurunan harga saham setelah periode cum date.

"Sebab, potensi dividend drop usai ex-date biasanya akan menetralkan kenaikan harga saham sebelum cum date," ujar Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi.

Muhammad Wafi menambahkan bahwa pemodal disarankan mengoleksi saham incaran sekitar dua hingga empat minggu sebelum tenggat cum date demi menghindari harga premium. Ia juga mengunggulkan saham TLKM yang ditopang rencana aksi pembelian kembali saham senilai Rp4 triliun, ANTM yang memiliki keunggulan komoditas emas, serta TBIG melalui pendapatan berulang dari menara infrastruktur.

Dukungan terhadap saham berkapitalisasi besar juga disampaikan oleh pihak analis lain yang memproyeksikan adanya dampak positif berkelanjutan bagi pergerakan indeks domestik.

"Pembagian dividen jumbo dari emiten berkapitalisasi besar berpotensi mendorong penguatan IHSG melalui aksi reinvestment dana dividen oleh investor," kata Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su.

Harry Su melihat saham TLKM, ANTM, dan ELSA sebagai pilihan terbaik karena menawarkan imbal hasil di atas bunga deposito dengan fundamental yang solid. Pemodal jangka pendek disarankan memperhatikan aspek imbal hasil dan likuiditas, sementara investor jangka panjang wajib mengevaluasi konsistensi pertumbuhan laba bersih emiten.

Kondisi pasar yang fluktuatif ini menuntut para pelaku pasar modal untuk lebih cermat dalam menganalisis kesehatan keuangan korporasi agar terhindar dari kerugian penurunan harga.

"Belum lagi, ketika pembagian dividen, harga suatu saham pasti mengalami penurunan. Namun, saham dengan fundamental kuat biasanya akan kembali pulih setelah mengalami koreksi harga," terang Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus.

Maximilianus Nico Demus menjagokan sejumlah saham seperti ACES, TLKM, ELSA, IPCC, ANTM, MLBI, dan ISSP yang mencatatkan potensi yield dividen di atas 5 persen. Di sisi lain, aksi korporasi non-dividen juga berjalan di pasar modal, termasuk rencana PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang bersiap menerbitkan 13,28 miliar saham baru melalui PMHMETD IV pada Agustus 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author