EMMI Targetkan Ekspansi Manufaktur Melalui Penawaran Saham Perdana

Share

Ekspansi kapasitas manufaktur menjadi fokus utama PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) melalui Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada Minggu (21/6/2026). Langkah ini diambil perusahaan distribusi dan manufaktur alat kesehatan nasional tersebut guna memperkuat jaringan distribusi di pasar domestik. Dana hasil IPO dijadwalkan untuk meningkatkan kapasitas produksi pabrik di Solo dan Cikupa yang telah bersertifikasi Cara Pembuatan Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB).

Selain itu, perseroan berniat menambah lini produk baru pada segmen bahan medis habis pakai serta peralatan medis berteknologi tinggi.

Hingga tahun 2026, emiten berkode saham EMMI ini telah mendistribusikan alat kesehatan internasional ke lebih dari 200 mitra rumah sakit di seluruh Indonesia.

Detail Penawaran Umum Perdana Saham PT Esa Medika Mandiri Tbk
Keterangan Detail
Nama Perusahaan PT Esa Medika Mandiri Tbk
Kode Saham EMMI
Sektor Healthcare — Alat Kesehatan
Jumlah Saham Ditawarkan 5.228.570 lot (522.857.000 saham)
Harga Penawaran Rp446 – Rp515 per saham
Total Dana IPO Maksimal Rp270,27 miliar
Penjamin Pelaksana Emisi Efek BRI Danareksa Sekuritas dan INA Sekuritas Indonesia
Masa Penawaran Awal 22 Juni – 24 Juni 2026
Tanggal Efektif OJK Akan diumumkan
Masa Penawaran Umum 22 Juni – 24 Juni 2026
Tanggal Pencatatan di BEI Akan diumumkan 2026

Perusahaan yang dipimpin oleh Florian Chris Widjaja ini mengandalkan portofolio produk jangka panjang untuk layanan kritikal di ruang operasi, ICU, dan IGD.

Perseroan juga bertindak sebagai distributor resmi untuk merek medis global seperti BOWA, Medicon, Simeon, dan Medec.

Jaringan operasional emiten ini didukung oleh kantor pusat di Gading Serpong serta kantor perwakilan di Semarang, Medan, Bandung, dan Surabaya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author