M Fadil Imran Dorong Transformasi Layanan Polisi 110 Polresta Sorong

Share

Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi Komjen M Fadil Imran mendorong transformasi pelayanan kepolisian agar Layanan Polisi 110 dan Command Center di Polresta Sorong Kota, Papua Barat Daya, lebih mengedepankan kecepatan respons lapangan pada Kamis (16/7/2026).

Dilansir dari Detikcom, peninjauan langsung tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan mekanisme koordinasi dari operator, Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), hingga personel patroli di lapangan.

Berdasarkan data Posko Command Center 110 Mabes Polri sepanjang Januari hingga Juni 2026, unit di Polresta Sorong Kota telah menerima 3.392 panggilan dengan 2.672 di antaranya berhasil dijawab, mencatatkan tingkat kesuksesan sebesar 88,18 persen.

"Telepon terjawab adalah awal dari pelayanan, bukan akhir. Yang harus kita pastikan adalah setelah masyarakat menyampaikan masalahnya, siapa yang bergerak, berapa lama polisi sampai, dan apakah persoalan masyarakat benar-benar tertangani," ujar Fadil.

Mantan Kapolda Metro Jaya tersebut meminta jajarannya mengubah paradigma pelayanan dengan fokus pada seberapa banyak masyarakat yang terbantu, serta menginstruksikan pengukuran waktu respons dari laporan masuk hingga polisi tiba di tempat kejadian perkara.

"Jangan hanya bertanya berapa telepon yang kita jawab. Mulai bertanya, berapa masyarakat yang benar-benar kita bantu. Itu ukuran pelayanan yang jauh lebih penting," kata Fadil.

Ia juga menegaskan agar jajaran kepolisian segera meneruskan setiap aduan masyarakat kepada personel yang paling cepat tanpa membingungkan masyarakat dengan urusan pembagian fungsi internal Polri.

"Masyarakat tidak perlu memikirkan ini urusan fungsi yang mana. Bagi masyarakat sederhana: saya membutuhkan polisi. Tugas kitalah memastikan kebutuhan itu diteruskan kepada personel yang paling tepat dan paling cepat," tutur Fadil.

Fadil mengingatkan agar jajaran kepolisian tidak sekadar fokus pada kemewahan fasilitas fisik Command Center, melainkan pada fungsinya sebagai pusat pengambilan keputusan taktis yang cepat.

"Command Center jangan selalu dibayangkan sebagai ruangan besar dengan banyak layar atau teknologi yang mahal. Semua itu adalah alat," ucap Fadil.

Fadil menilai hakikat dari pusat kendali tersebut berada pada efektivitas penanganan masalah di tengah masyarakat secara langsung.

"Hakikat Command Center adalah bagaimana kita menerima informasi, memahami masalah, mengambil keputusan, menggerakkan anggota, dan memastikan masalah masyarakat ditangani," lanjut Fadil.

Untuk menekan angka kriminalitas, Fadil mengimbau pemanfaatan data kepolisian secara optimal guna memetakan patroli pencegahan kejahatan.

Merujuk data Daily Operation Room System (DORS) Polri, tercatat ada 1.503 kasus kejahatan di Sorong Kota pada semester pertama 2026 dengan kasus pencurian kendaraan bermotor mendominasi.

"Data harus bisa menjawab: kejahatan paling sering terjadi di mana, jam berapa paling rawan, bagaimana pola kejadiannya, dan patroli mana yang paling dekat. Dari situ kita bisa menggerakkan anggota dengan lebih tepat," pungkas Fadil.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author