Fahira Idris Tegaskan Jaga Jakarta Lewat Pemberdayaan dan Kolaborasi

Share

Fahira Idris menegaskan komitmen menjaga Jakarta lewat pemberdayaan, pendampingan, dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. Pernyataan itu disampaikan Sabtu 22 Agustus 2026, terkait upaya menjaga keamanan, keadilan, layanan kesehatan, dan persatuan warga.

Fahira menempatkan gagasan Jaga Jakarta bukan sebatas upaya mengamankan wilayah, melainkan upaya membantu warga agar memperoleh keadilan, membuka akses layanan kesehatan, memperkuat ekonomi keluarga, serta menjaga lingkungan. Ia juga menyebut pelestarian budaya dan perawatan kehidupan sosial dan keagamaan sebagai bagian dari garis perjuangan Bang Japar.

Fahira menjelaskan upaya tersebut sejalan dengan garis perjuangan Bang Japar, yakni berbuat dan bermanfaat.

"Bang Japar meneguhkan komitmen Jaga Jakarta. Bagi kami, menjaga Jakarta berarti menjaga masyarakatnya, persatuannya, lingkungannya, fasilitas publiknya, serta memastikan warga merasa aman, terbantu, dan tidak sendirian ketika menghadapi persoalan," ujar Fahira, Sabtu (22/8/2026).

Ia juga menekankan Jakarta sebagai rumah bersama yang perlu dirawat dengan kepedulian dan cara-cara damai.

"Jakarta adalah rumah kita bersama, sehingga harus kita rawat dengan kepedulian, persaudaraan, dan cara-cara yang damai," sambungnya.

Dalam penguatan program, Bang Japar akan berkolaborasi dengan Aliansi Masyarakat Jakarta untuk mengikuti Apel Siaga Jaga Jakarta pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Fahira menyatakan keterlibatan Bang Japar pada apel itu merupakan kelanjutan kiprah organisasi dalam menjaga masyarakat, lingkungan, fasilitas publik, persatuan, serta kedamaian kota, dan tidak ditujukan untuk berhadapan dengan pihak atau kelompok mana pun.

"Apel Siaga Jaga Jakarta bukan gerakan untuk membangun ketegangan dan bukan mobilisasi untuk melawan siapapun. Ini adalah ikhtiar bersama untuk mengingatkan bahwa Jakarta merupakan rumah kita semua," jelas Senator Jakarta tersebut.

Ia menyambung bahwa rumah bersama itu harus dijaga melalui gotong royong, dialog, ketertiban, dan semangat persaudaraan.

"Rumah ini harus dijaga dengan gotong royong, dialog, ketertiban, dan semangat persaudaraan," sambungnya.

Fahira mengajak masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi tidak jelas sumbernya, potongan video tanpa konteks, maupun ajakan di media sosial yang dapat memicu kemarahan, kebencian, perusakan, dan konflik antarmasyarakat.

"Kita boleh berbeda pandangan, tetapi tidak boleh kehilangan persaudaraan. Mari menjaga ruang demokrasi tetap sehat, damai, tertib, dan beradab," ungkap aktivis perempuan itu.

Ia menegaskan upaya itu tidak berhenti pada satu apel atau satu momentum, melainkan pengabdian jangka panjang Bang Japar untuk memastikan manfaat organisasi dirasakan masyarakat.

"Bang Japar akan terus menjaga Jakarta dengan berbuat dan bermanfaat. Kita jaga kotanya, kita bantu warganya, kita rawat persaudaraannya, dan kita kuatkan masyarakatnya," kata Fahira.

Fahira menutup dengan penegasan bahwa organisasi harus semakin besar dalam manfaat, bukan hanya besar dalam nama.

"Bang Japar tidak boleh hanya besar dalam nama, tetapi harus semakin besar dalam manfaat," pungkasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author