5 Fakta Unik Bubur Suro Hidangan Khas Tahun Baru Islam
Published
·
35 Reads
Bubur Suro menjadi hidangan yang identik dengan perayaan 1 Muharram yang menyimpan berbagai fakta unik di balik penyajiannya. Di masyarakat Jawa, tradisi menyajikan hidangan yang penuh filosofi mendalam ini masih terus dijaga hingga kini sebagai bagian dari kebudayaan dan ritual menyambut Tahun Baru Islam. Berikut ini adalah 5 fakta Bubur Suro yang dirangkum dari berbagai sumber.
- Identik dengan Tahun Baru Islam — Hidangan ini erat kaitannya dengan peringatan 1 Muharram atau bulan Suro dalam kalender Jawa, yang dibuat oleh masyarakat sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan hidup selama setahun lalu serta dibagikan kepada tetangga untuk melambangkan kebersamaan.
- Melambangkan Rasa Syukur — Berbeda dengan bubur biasa, makanan tradisi ini dianggap sebagai bentuk doa agar mendapatkan keselamatan, keberkahan, dan rezeki yang lebih baik di tahun baru. Proses memasaknya pun mencerminkan nilai kerja sama dan gotong royong antarwarga.
- Komponen Bubur Suro — Bubur ini terbuat dari beras yang dimasak dengan santan dan rempah gurih, lalu disajikan bersama lauk pendamping seperti ayam, telur, kacang-kacangan, tahu, tempe, taburan bawang goreng, bahkan opor atau kari sesuai ciri khas daerah masing-masing.
- Dikaitkan dengan Kisah Nabi Nuh AS — Menurut tradisi lisan, asal-usul bubur ini kerap dikaitkan dengan momen rasa syukur Nabi Nuh AS dan pengikutnya yang memasak sisa bahan makanan setelah selamat dari banjir besar, sekaligus menjadi media dakwah Sunan Bonang di tanah Jawa.
- Warisan Kuliner Jawa — Hingga kini, Bubur Suro tetap bertahan sebagai warisan kuliner simbolis yang selalu dicari setiap memasuki bulan Muharram, sekaligus menjadi penghubung budaya antar-generasi masyarakat Jawa.
Follow publika.id on Google News
Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author