Farhan Usulkan Akses Tol Pasteur Dongkrak Bandara Husein

Share

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengusulkan pembukaan akses baru dari Exit Tol Pasteur langsung menuju kawasan PTDI pada Rabu (27/5/2026). Langkah ini dilakukan guna mendukung konektivitas dalam rencana reaktivasi Bandar Udara Husein Sastranegara, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.

Pemerintah Kota Bandung berupaya memulihkan volume pergerakan penumpang yang sempat tinggi sebelum masa pandemi. Infrastruktur penunjang di sekitar kawasan bandara kini mulai dipersiapkan secara matang oleh jajaran pemerintah daerah.

"Intinya, kita ingin mengembalikan kejayaan Bandara Husein yang di tahun 2019 traffic-nya itu sekitar 3,8 juta orang, 3 juta penerbangan domestik, 800.000 penerbangan internasional," kata Muhammad Farhan, Wali Kota Bandung.

Farhan menjelaskan bahwa wewenang penuh mengenai teknis pelaksanaan reaktivasi berada di bawah kendali pemerintah pusat. Koordinasi awal mengenai perbaikan fasilitas jalan dan sarana pendukung lainnya telah dibahas bersama pihak terkait.

"Persiapan detailnya 100 persen ada di pemerintah pusat. Namun, semalam kami sudah diskusi. Kami akan melakukan beberapa perbaikan, termasuk jalan masuk dan sarana-prasarana," kata Muhammad Farhan, Wali Kota Bandung.

Rencana rute baru ini akan memanfaatkan lahan di area kompleks TNI AU sebelum gerbang tol untuk mempermudah akses kendaraan. Jalur tersebut dirancang untuk memecah kepadatan lalu lintas yang menuju ke arah bandara.

"Jadi jalan arah keluar tol melalui PTDI, langsung ke bandara. Pokoknya mah yang dari Pasteur tuh sebelum gerbang tol, belok kiri, itu kan melalui kompleks TNI AU, itu akan dibuat jalan pas ke situ. Sehingga nanti aksesnya bisa lebih mudah," kata Muhammad Farhan, Wali Kota Bandung.

Pengaturan jalur keluar masuk ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi mobilitas transportasi darat dari dan menuju bandara. Keberadaan Flyover Nurtanio yang sudah selesai dibangun juga dinilai membantu kelancaran arus kendaraan.

"Hal itu yang nanti akan menjadi bagian dari apa upaya kita untuk memastikan bahwa traffic keluar masuk Bandara Husein akan lebih baik dari sebelumnya," kata Muhammad Farhan, Wali Kota Bandung.

Sektor transportasi darat dan udara dipandang memiliki kontribusi besar terhadap roda perekonomian lokal. Farhan menilai optimalisasi fasilitas ini menjadi momentum penting bagi akselerasi pertumbuhan di wilayah Kota Bandung.

"Kalau menurut saya, ini bukan alasan apa-apa. Analisis saya menunjukkan bahwa memang dibutuhkan lompatan untuk pertumbuhan ekonomi," kata Muhammad Farhan, Wali Kota Bandung.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pergerakan ekonomi kota sangat dipengaruhi oleh aktivitas transportasi udara. Pengawasan area bandara ini tercatat berada di bawah otoritas TNI AU, serupa dengan kondisi di Yogyakarta.

"Data BPS menunjukkan bahwa salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Kota Bandung adalah sektor transportasi, khususnya Bandara Husein. Demikian juga Yogyakarta, dan dua-duanya berada di pengawasan dari TNI AU yang sekarang memang sangat sangat kuat-kuatnya," kata Muhammad Farhan, Wali Kota Bandung.

Meskipun persiapan sarana terus berjalan, pembatasan operasional penerbangan saat ini masih diberlakukan di Bandara Husein Sastranegara. Pemerintah daerah kini berfokus pada pengalokasian anggaran daerah untuk perbaikan fasilitas penunjang tersebut.

"Nah eta belum tahu, pokoknya mah kita siap sedia aja. Kita beresin jalannya dulu sarana prasarana, tempat parkir dan akses yang baik. Mudah-mudahan bisa masuk APBD 2027 doakeun, ya," kata Muhammad Farhan, Wali Kota Bandung.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author