Ferrari Luce EV Laris di Thailand Meski Menuai Kritik Global

Share

Mobil listrik pertama Ferrari, Luce EV, dilaporkan laris manis di pasar Thailand melalui mitra resmi Cavallino Motors meskipun kendaraan tersebut menuai banyak kritik secara global. Permintaan unit supercepat ini terus mengalami peningkatan pesat dari hari ke hari sejak keran pemesanan dibuka bulan lalu.

Harga kendaraan ramah lingkungan ini dibanderol sebesar 33,84 juta baht atau sekitar Rp 18,3 miliaran di Negeri Gajah Putih, seperti dilansir dari Detik Oto yang menyitir laporan The Nation Thailand dan The Supercar pada Jumat (19/6). Nominal tersebut tercatat jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga jual di pasar Eropa yang hanya menyentuh angka Rp 11,3 miliaran. Proses pengiriman perdana unit Luce EV kepada konsumen di Thailand dijadwalkan baru akan dimulai pada akhir tahun depan.

"Meski harganya lebih mahal dari Eropa, tetapi hal itu tidak mengurangi minat dari calon pembeli. Malahan, daya tarik EV pertama Ferrari ini tampaknya justru menarik minat pembeli," tulis laporan media tersebut.

Tingginya antusiasme pasar global terhadap produk baru ini juga ditegaskan oleh manajemen puncak pabrikan asal Italia tersebut. Skepstisisme di media sosial dinilai tidak mencerminkan realisasi penjualan yang sesungguhnya.

"Kami melihat minat yang sangat kuat (terhadap Luce EV), termasuk dari pelanggan baru," kata Benedetto Vigna, Chief Executive Officer (CEO) Ferrari akhir bulan lalu.

Sebelumnya, peluncuran Luce EV diwarnai gelombang kecaman karena desainnya dianggap meninggalkan identitas estetika Ferrari. Kritik tajam datang dari mantan bos Ferrari Luca Di Montezemolo hingga Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini yang menilai mobil listrik ini kehilangan aspek emosional dan mesin yang buas. Sentimen negatif publik atau 'design hate' tersebut bahkan sempat memicu kemerosotan saham Ferrari sebesar 8 persen di bursa Milan setelah peluncuran resmi dilakukan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author