FISEMA IPB University Targetkan Buka 11 Program Studi Baru

Share

Fakultas Ilmu Sosial dan Ekologi Manusia (FISEMA) IPB University memproyeksikan pembukaan 11 program studi baru hingga tahun 2031 setelah resmi melakukan perubahan nomenklatur kelembagaan pada Rabu, 20 Mei 2026.

Rektor IPB University Dr Alim Setiawan Slamet meresmikan perubahan nama dari Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) tersebut bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional sebagai langkah penataan arsitektur akademik kampus.

Langkah strategis ini diambil guna memperkuat kontribusi rumpun ilmu sosial-humaniora yang terintegrasi langsung dengan visi agromaritim serta memperluas spektrum keilmuan dalam pendekatan sosial-ekologis.

"Selama ini IPB University dikenal kuat dalam bidang sains, teknologi, pertanian, dan biosains. Namun tantangan global saat ini menunjukkan bahwa kemajuan teknologi tidak akan cukup tanpa pemahaman yang kuat terhadap manusia, masyarakat, budaya, dan dinamika sosial yang menyertainya," ujar Dr Alim Setiawan Slamet, Rektor IPB University.

Pihak rektorat menegaskan bahwa integrasi keilmuan sosial dengan sektor pangan, maritim, dan lingkungan menjadi kunci utama agar inovasi teknologi yang dihasilkan tepat sasaran di tengah masyarakat.

"IPB meyakini bahwa inovasi teknologi tanpa pemahaman sosial yang mendalam akan kehilangan relevansinya di tengah masyarakat. Karena itu, FISEMA hadir untuk memperluas spektrum keilmuan IPB and memperkuat pendekatan sosial-ekologis dalam menjawab tantangan abad ke-21," kata Dr Alim Setiawan Slamet, Rektor IPB University.

Pengembangan kurikulum pada fakultas ini dirancang agar berbasis pada realitas lapangan serta pengalaman nyata dari komunitas lokal yang ada di Indonesia.

"Ilmu sosial di IPB harus tumbuh dari lapangan, dari realitas masyarakat Indonesia sendiri. Kita ingin membangun ilmu yang tidak hanya menjelaskan masalah, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang relevan bagi bangsa," tutur Dr Alim Setiawan Slamet, Rektor IPB University.

Melalui penerapan pendekatan interdisipliner, hasil riset dari FISEMA juga ditargetkan mampu menjadi referensi strategis bagi penyusunan kebijakan publik di tingkat nasional.

"Di balik setiap data, setiap inovasi, dan setiap kebijakan, selalu ada manusia yang harus dihormati martabat dan hak-haknya. Itulah nilai utama yang harus dijaga dalam pengembangan FISEMA," sebut Dr Alim Setiawan Slamet, Rektor IPB University.

Dekan FISEMA IPB University Prof. Sofyan Sjaf menjelaskan bahwa perubahan nama ini merupakan penyesuaian wajib terhadap cetak biru akademik yang telah ditetapkan pihak universitas.

"IPB melakukan transformasi bukan hanya pada aspek struktur organisasi, tetapi juga pada aspek transformasi keilmuan. Fakultas tentu harus menyesuaikan diri dengan arsitektur akademik yang sudah ditetapkan oleh universitas," urai Prof. Sofyan Sjaf, Dekan FISEMA IPB University.

Pada tahun 2026, FISEMA langsung membuka dua program studi sarjana baru, yaitu S1 Sosiologi dan S1 Geografi Manusia, guna melengkapi prodi Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat serta Ilmu Keluarga dan Konsumen.

“Kurikulum tentu kami perbarui. Komunikasi akan lebih fokus pada komunikasi dalam perspektif pengembangan masyarakat. Sementara Sosiologi dan Geografi Manusia akan mengembangkan kurikulum baru sesuai kebutuhan zaman,” urai Prof. Sofyan Sjaf, Dekan FISEMA IPB University.

Dalam peta jalan pengembangan jangka panjang, prodi baru yang diproyeksikan meliputi Psikologi, Ilmu Politik, Hubungan Internasional, Antropologi, Hukum, dan Kebijakan Publik.

"Kita ingin membangun kekhasan ilmu sosial IPB. Fokus analisis utama kita tetap melekat pada komunitas agromaritim, masyarakat yang tinggal di dataran tinggi, dataran rendah, hingga wilayah pesisir," tambah Prof. Sofyan Sjaf, Dekan FISEMA IPB University.

Di sektor penelitian, FISEMA menjalankan program transformasi desa melalui pengembangan metodologi Data Desa Presisi (DDP) yang berkolaborasi dengan China Agricultural University.

“Alhamdulillah, DDP kini diminati berbagai daerah, termasuk Maluku dan Papua. Bahkan, Badan Legislasi DPR RI tengah mempertimbangkan adopsinya sebagai bagian dari metodologi Satu Data Indonesia,” ungkap Prof. Sofyan Sjaf, Dekan FISEMA IPB University.

Sinergi internasional dan penguatan metodologi riset lokal ini diarahkan untuk memperkokoh posisi ilmu sosial khas IPB di tingkat global, seperti dilaporkan oleh kompas.com dan fin.co.id.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author