Ford Motor Company Pecat Karyawan Akibat Salah Tuduh Pencurian Cookies
Seorang pegawai pabrik truk Ford Motor Company di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat, bernama Kurt Kromm, dipecat oleh manajemen perusahaan setelah dituduh belum membayar dua buah cookies seharga $1,95 atau sekitar Rp35.162 pada shift malam tanggal 9 April.
Kromm yang telah mengabdi selama 11 tahun mengalami penurunan gula darah sehingga memutuskan membeli makanan ringan di kios swalayan pabrik, namun transaksi kartu debitnya mengalami gangguan teknis, seperti dilansir dari Detik Food.
Pihak manajemen melakukan pemutusan hubungan kerja seminggu kemudian setelah memanggil Kromm ke kantor supervisor untuk menunjukkan rekaman kamera pengawas.
"Mereka baru saja memecat saya, lalu mengantar saya keluar gedung. Saya bahkan harus meminta perwakilan serikat pekerja untuk mengambil laptop pribadi saya karena mereka tidak mengizinkan saya mengambil apa pun," jelas Kurt Kromm.
Setelah mengumpulkan bukti rekening koran bank yang menunjukkan transaksi berhasil dipotong untuk pembelian cokelat chip tersebut, Kromm mengirimkan bukti ke pihak eksekutif buruh dan serikat pekerja Ford.
Perusahaan akhirnya mengakui kesalahan sistem swalayan itu beberapa minggu kemudian dan menawarkan posisi lamanya kembali beserta kompensasi gaji penuh sebesar $33.000 atau sekitar Rp595 juta.
"Saya bekerja dengan 8.500 orang. Saya tidak sempat mengucapkan selamat tinggal kepada siapa pun. Saya sudah bekerja di sana selama 11 tahun," jelas Kurt Kromm saat menolak tawaran kembali bekerja karena merasa trauma secara emosional.
Kromm menilai respons dari pihak manajemen pabrik tidak menunjukkan penyesalan yang mendalam atas kekeliruan prosedur pemecatan sepihak tersebut.
"Yang ada hanyalah, 'Oh, kamu tidak akan kembali?' Tidak saya tidak tertarik untuk kembali," jelas Kurt Kromm.
Ia menegaskan bahwa pihak manajemen telah kehilangan aset pekerja yang memiliki rekam jejak performa sangat baik di lini produksi kendaraan tersebut.
"Saya tidak tahu apa yang akan mereka lakukan tanpa saya, karena saya sangat pandai dalam pekerjaan saya," jelas Kurt Kromm.
Menurut laporan Times Of India, sistem kios swalayan otomatis di area kerja korporasi memang sering mengalami eror transaksi yang memicu perselisihan, sehingga Ford kini dilaporkan mengubah kebijakan terkait pemecatan langsung karyawan.