Foto Pria Pakai Kebaya di Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran Viral
Unggahan foto seorang peserta pria yang mengenakan busana kebaya saat mengikuti kirab Malam 1 Suro di Puro Mangkunegaran menjadi viral di media sosial. Hal ini memicu berbagai pertanyaan dari warganet mengenai aturan pakaian peserta serta izin dari pihak penyelenggara.
Kabar mengenai kejadian tersebut pertama kali diunggah oleh salah satu abdi dalem melalui akun media sosial Threads dengan nama pengguna @mbulnyandul. Dalam unggahan yang terhubung dengan Instagram itu, terlihat tiga orang mengenakan kebaya hitam, dan salah satu di antaranya diduga merupakan seorang pria.
Melalui unggahan tersebut, pemilik akun juga menyertakan pesan yang diarahkan kepada artis sekaligus kreator konten Sara Wijayanto serta Gusti Sura. Gusti Sura merupakan kakak dari KGPAA Mangkunegara X, Gusti Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo, yang memimpin Puro Mangkunegaran.
"Ibuuu @sarawijayanto, tolong ini anaknya ditegur. Dikasih tau, mana yg patut mana yang ndak. Acara sakral, bukan acara mejeng-mejeng.
Dengan segala hormat nggih, Ibu. Gusti Sura @ancsud, nyuwun palilah," tulis akun tersebut seperti dikutip dari Detik Travel.
Pernyataan tersebut kemudian memancing reaksi keras dan berbagai komentar dari warganet. Banyak pengguna media sosial mempertanyakan etika berbusana serta izin yang diberikan oleh panitia dalam acara kebudayaan tersebut.
Di sisi lain, sebuah potongan unggahan dari akun yang terkait dengan pihak Sara Wijayanto memberikan klarifikasi. Perwakilan tersebut menyatakan bahwa pihak panitia penyelenggara telah memberikan izin terkait penggunaan busana yang menjadi sorotan itu.
Kendati demikian, tanggapan tersebut tetap menuai kritik dari warganet yang menilai tindakan itu tidak sesuai dengan norma. Mereka menegaskan bahwa undangan resmi telah mencantumkan aturan berpakaian yang berbeda bagi pria dan wanita secara jelas.
"Tolong jangan rusak budaya Jawa kami. Ini acara sakral, bisa-bisanya cowok pakai kebaya. Saya nangis dan marah melihat itu," kata salah satu warganet.
"Nambahin info di undangan sudah ada tata cara berbusana ya. jadi, bisa disimpulkan sudah diundang tetapi tidak mengikuti aturan berarti apa ya?" yang lain menimpali.
"Menurut aku mereka harus meminta maaf sih, baik secara langsung ke Mangkunegaran dan di socmed mereka. Dalam undangan jelas ada tata cara berpakaian untuk PRIA dan WANITA, dan si Paola ini sempat komen "tuan rumah mengizinka", aku rasa pihak Mangkunegaran nggak mungkin mengizinkan," ujar yang lain.
Sebagai informasi, Puro Mangkunegaran menyelenggarakan Kirab Pusaka Dalem dan Laku Tapa Bisu dalam rangka memperingati Tahun Baru Jawa. Ritual sakral ini bertujuan sebagai sarana refleksi diri yang diikuti oleh keluarga keraton, abdi dalem, tamu undangan, serta masyarakat umum yang mendaftar.