Francesco Bagnaia Menenangi Sprint Race MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Brno

Share

Pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, memenangi sesi Sprint Race MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Brno pada Sabtu, 20 Juni 2026. Bagnaia mengalahkan pemegang pole position, Ai Ogura, dan rekan setimnya sendiri, Marc Marquez.

Dilansir dari motogp.com, Bagnaia langsung melesat memimpin balapan sejak start dimulai. Sementara itu, pemimpin klasemen sementara, Marco Bezzecchi, gagal meraih poin setelah mengalami kecelakaan di Tikungan 3 pada putaran kedua terakhir.

Kecelakaan tersebut membuat Bezzecchi sangat kecewa karena kehilangan momentum untuk memperlebar jarak poin di klasemen. Kegagalan ini menjadi catatan buruk keempat baginya di sesi hari Sabtu sepanjang musim ini.

"I was a bit on the limit through all the sprint and I lost the front," kata Marco Bezzecchi, pembalap Aprilia Racing sebagaimana dilaporkan oleh the-race.com.

Bezzecchi mengakui bahwa dirinya terus berjuang keras untuk menemukan performa terbaiknya setiap hari Sabtu tiba.

"It's what I'm asking myself as well, you know? I would love to feel good every day on the bike – but for some reasons I'm struggling on Saturday." ujar Marco Bezzecchi, pembalap Aprilia Racing.

Ia pun merasa sedih karena tren negatif ini terus berulang dan menghambat perolehan poin krusialnya.

"At the beginning it was – OK, one mistake is OK, two mistakes is OK, but for today I'm a bit sad." ucap Marco Bezzecchi, pembalap Aprilia Racing.

Dalam wawancara terpisah yang dimuat oleh crash.net, Bezzecchi menjelaskan kronologi insiden jatuhnya secara lebih mendalam.

“A small mistake, unfortunately; I was a bit on the limit for all the sprint, and I lost the front in Turn 3,” kata Marco Bezzecchi, pembalap Aprilia Racing.

Meskipun demikian, ia merasa ritme berkendaranya sebenarnya sudah menyamai apa yang ia lakukan selama sesi latihan.

“Honestly, my feeling was not the best. But the pace was strong, and I was going as I did in practice.” ujar Marco Bezzecchi, pembalap Aprilia Racing.

Ia menambahkan bahwa dirinya sudah mulai mengendalikan laju motor menjelang akhir balapan sebelum insiden itu terjadi.

“I started to manage at that point of the race. This is why I didn't expect this kind of crash.” ucap Marco Bezzecchi, pembalap Aprilia Racing.

Bezzecchi menerima bahwa setiap kecelakaan merupakan akibat dari kesalahan yang diperbuat oleh pembalap itu sendiri.

“But at the end, when you crash, you always make a mistake. So, nothing to complain [about].” kata Marco Bezzecchi, pembalap Aprilia Racing.

Pembalap asal Italia tersebut terus mempertanyakan performa buruknya di sesi Sprint musim ini kepada dirinya sendiri.

“It's what I'm asking myself as well,” ujar Marco Bezzecchi, pembalap Aprilia Racing.

Ia menegaskan keinginannya untuk selalu tampil kompetitif tanpa harus terikat pada hari-hari tertentu saja.

“I would love to feel good every day on the bike, but for some reason I'm struggling on Saturday.” ucap Marco Bezzecchi, pembalap Aprilia Racing.

Situasi ini dinilainya menjadi semakin sulit untuk dikelola secara psikologis dari pekan ke pekan balapan.

“For sure, this situation is a bit difficult to manage, because at the beginning it was one mistake, it’s OK. Two mistakes, it's OK… But for today, I'm a bit sad.” kata Marco Bezzecchi, pembalap Aprilia Racing.

Kini, fokus Bezzecchi langsung dialihkan untuk mempersiapkan diri menghadapi seri-seri balapan yang akan datang.

“But now Saturday is gone, and I will think about the next Saturday when we are in Assen.” ujar Marco Bezzecchi, pembalap Aprilia Racing.

Langkah terbaik yang bisa ia lakukan saat ini adalah bekerja keras demi mengamankan poin penuh pada balapan utama hari berikutnya.

“The only thing that I can do now is try to think and work for tomorrow and try to make a better race and finish the weekend in the best way possible.” ucap Marco Bezzecchi, pembalap Aprilia Racing.

Di sisi lain, Fabio Di Giannantonio yang finis di urutan keempat mengaku melakukan kesalahan besar terkait taktik pemilihan ban belakang.

"I did a mistake choosing the wrong tyre," aku Fabio Di Giannantonio, pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team kepada the-race.com.

Ia merasa bisa melaju lebih cepat di tikungan dibandingkan Marc Marquez tetapi kekurangan daya cengkeram ban.

"I was feeling that I was much faster into the corners, especially compared to Marc, but I didn't have the traction he had, especially in the first laps." kata Fabio Di Giannantonio, pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team.

Pada putaran-putaran terakhir, ia mencoba menekan untuk melihat apakah performa ban lunak milik pesaingnya akan menurun.

"And then at the end of the race I was pushing, trying to see if their soft tyre was dropping, but it was not." ujar Fabio Di Giannantonio, pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team.

Sementara itu, nasib sial juga menimpa tim Honda setelah pembalap mereka Diogo Moreira terjatuh pada putaran pertama balapan.

Moreira merasa sangat terkejut karena sebelum insiden tersebut dirinya berkendara dengan kondisi yang "super relaxed" menurut penuturannya.

Rekan setimnya, Joan Mir, memilih bermain aman demi mengamankan finis setelah menganggap posisi tersebut sangat "important" bagi tim.

Kecelakaan lain juga dialami oleh Maverick Vinales yang tergelincir setelah menyentuh garis putih di lintasan Brno.

"I touched the white line and I crashed, but it's OK," kata Maverick Vinales, pembalap Red Bull KTM Tech3.

Ia menegaskan bahwa dirinya sedang berupaya mencari batas kemampuan optimal dari dirinya sendiri dan kendaraan terbarunya.

"I mean, I'm finding the limits of myself, the bike. I'm happy with the day, for me it's a really positive weekend." ujar Maverick Vinales, pembalap Red Bull KTM Tech3.

Vinales mengonfirmasi bahwa kondisi fisiknya sempat terkuras habis akibat intensitas latihan bebas yang sangat tinggi.

"Yesterday I pushed beyond the limits of my physique and today I felt exhausted already in the FP2 – so yeah, i need to keep building up, so that's the way." ucap Maverick Vinales, pembalap Red Bull KTM Tech3.

Hasil akhir Sprint Race ini menempatkan Jorge Martin di posisi kelima, disusul Raul Fernandez dan Enea Bastianini di tempat keenam dan ketujuh.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author